Pada hari ini Selasa tanggal 11 Februari 2020 Kantor Kementerian Agama Kab. Ketapang melalui Bimas Islam melakukan pembinaan sekaligus penyerahan SK sebagai Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS bertempat di Aula MAN 1 Ketapang. Pembinaan yang dilaksanakan Bimas Islam ini dihadiri oleh seluruh Penyuluh Agama Islam Non PNS sebanyak 115 orang dan juga dihadiri oleh Kepala Kemenag Kab. Ketapang H. Ikhwan Pohan, S. Ag, M. Pd dan Kasi Bimas Islam Drs. Nasbun, M. Pd. I. Pembinaan Penyuluh Agama Islam non PNS ini merupakan salah satu realisasi Tugas Pokok Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang. 

Sri Izzati, S.Pd.I selaku Panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembinaan terkait pelaksanaan kegiatan para penyuluh dalam melaksanakan tugasnya dilapangan nanti sekaligus memberikan pengarahan agar dalam menyampaikan pelaporan sebagai administrasi penyuluh dapat lebih baik dan lebih tertib.

Sementara itu Kasi Bimas Islam Drs. Nasbun, M.Pd.I mengingatkan bahwa tantangan para Penyuluh Agama Islam saat ini tidaklah ringan, maka perlu persiapan tentunya dilalui melalui proses yang diawali dengan pembinaan diri pribadi dan keluarga. Setelah itu baru meningkat pada pembinaan masyarakat. Oleh karena itu, Penyuluh Agama Islam harus bisa menjadi suri tauladan yang baik di masyarakat. Nasbun juga mengingatkan kepada para penyuluh disamping memberikan kajian-kajian ilmu dan pemahaman agama, untuk selalu memberikan pembinaan ibadah yang sifatnya praktis dan fleksibel yang mudah dipahami. 

Selanjutnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Ketapang H. Ikhwan Pohan, S. Ag, M. Pd, dalam sambutannya beliau menyampaikan pengarahannya bahwa Penyuluh Agama Islam secara umum termasuk Penyuluh Honorer punya tugas yang sangat berat dan berhadapan langsung dengan masyarakat yang beragam, maka kata beliau kegiatan ini sangat penting dilaksanakan untuk mempersatukan langkah dalam rangka melaksanakan tugas dilapangan nantinya. Tugas penyuluh tentunya tidak hanya sekedar membimbing masyarakat terkait kegiatan permasalahan keagamaan, tapi juga harus bisa menjadi penggerak dalam meningkatkan kualitas beragama masyarakat, termasuk didalamnya bagaimana supaya kerukunan umat beragama semakin meningkat dan berkualitas.

Oleh karena itu pak Pohan menegaskan bagi seorang penyuluh harus memiliki karakter supaya ditengah-tengah masyarakat tercipta suasana kesejukan. Karakter yang dimaksud adalah memiliki sikap ditengah atau tidak memihak (tawassuth), harus selalu seimbang dalam menyampaikan informasi keagamaan antara pembangunan agama dan pembangunan bermasyarakat (tawazun), dan tegak lurus jangan sampai menyimpang dari norma-norma hukum dan adat istiadat setempat yang menjadi kearifan lokal yang positif (i’tidal) serta penyuluh harus berorientasi pada penciptaan suasana toleransi dalam keberagaman yang ada (tasamuh). Kemudian pak Pohan juga menekankan pentingnya penyuluh untuk selalu meningkatkan kemampuan, pengetahuan, wawasan sehingga ada korelasi kondisi dan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Sebelum menutup sambutannya pak Pohan juga mengharapkan kepada para penyuluh untuk melaksanakan tupoksinya dengan baik. Selain itu beliau juga menghimbau kepada seluruh ASN dan Penyuluh Non PNS supaya dapat menempatkan diri sesuai posisinya serta tidak melakukan penyebaran berita bohong atau hoax yang bisa menyebabkan konfik di masyarakat, tutup pak Pohan.