Singkawang. Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang melalui Penyelenggara Haji dan Umrah menggelar sosialisasi  Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji  pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M bertempat di gedung Arafah Kota Singkawang, Rabu (7/10). Hadir dalam kegaitan tersebut Wakil Walikota Singkawang, Drs. H. Irwan, M.Si, Kepala Kankemenag Kota Singkawang, H. Mhd. Natsir, M.Ag yang didampingi jajarannya serta para calon jama’ah haji Tahun 1441 H/2020 M.

Kasi PHU, Drs. Marhola menjelaskan sesuai KMA No. 494 Tahun 2020 ada tiga skema yang bisa dipilih jemaah yang sudah melunasi namun batal berangkat pada musim haji tahun 1441 H/2020 M. Pertama, BIPIH diambil seluruhnya, baik setoran awal maupun setoran pelunasan, kedua, BIPIH diambil hanya setoran pelunasan, kemudian ketiga, setoran awal dan setoran pelunasan tidak diambil.

“Bila jemaah pilih yang pertama, otomatis nomor porsi haji dinyatakan batal dan harus mendaftar kembali dan mengantri dari awal jika akan berhaji. Pilihan kedua masih memiliki nomor porsi, tidak kehilangan hak keberangkatan haji dan harus melunasi BIPIH 1442 H/ 2021 M. Pilihan ketiga berhak berangkat haji 1442 H/2021 M, BIPIH disimpan di BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) dan akan menerima nilai manfaat dari setoran pelunasan paling lambat 30 hari sebelum keberangkatan haji 1442 H/ 2021 M,” terang Marhola

Irwan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah melalui Kementerian Agama telah mengeluarkan keputusan pembatalan pemberangkatan jemaah haji tahun ini. KMA ini harus disosialisasikan kepada masyarakat  terutama Jemaah haji yang berangkat ditahun ini. “Tujuan dilaksanakan sosialisasi ini agar masyarakat luas dapat mengetahui dan memahami secara utuh keputusan pembatalan pemberangkatan haji tahun ini, sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang sama serta dapat saling menguatkan satu sama lainnya dan yakinlah dibalik keputusan pembatalan pemberangkatan ini ada hikmahnya bagi kita semua.” ujarnya.

Adapun Mhd. Natsir dalam materinya menyampaikan bahwa, keluarnya Keputusan Menteri Agama tentang pembatalan pemberangkatan jemaah haji tahun ini sudah melalui kajian dan pertimbangan yang komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada. “Keputusan ini diambil demi mengutamakan dan menjaga kesehatan serta keselamatan para jemaah haji sehingga tidak terpapar Covid-19. Pasalnya hingga saat ini  pandemi Covid-19 belum bisa dikendalikan dan tak kunjung berakhir.” jelasnya.(DH/skw)