Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Ketapang bersama para JFU-nya  melaksanakan agenda kegiatan sillaturrahmi dan koordinasi dengan Jemaah Calon Haji Kecamatan Sandai dan Sei. Laur di Sandai. 

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 7 Oktober 2020 tersebut bertempat di rumah kediaman Ahmad Sudaroso, yang merupakan salah seorang calon haji tahun 2020, di Jalan Pramuka Sandai. 

Menurut Kasi PHU Kantor Kemenag Ketapang, Drs. As’ad Afifi, acara yang silaturrahmi dan koordinasi ini bertujuan untuk memberikan support  atau semangat kepada jemaah yang gagal berangkat haji tahun 2020 dikarenakan oleh kondisi pandemi Covid 19 yang melanda dunia. Selain itu juga sekaligus mensosialisasikan KMA nomor 494 tahun 2020 dan menyerahkan pasapor Jemaah, lanjutnya.

Dalam pemaparannya, As’ad Afifi menyampaikan beberapa hal terkati dengan kebijakan pemerintah yang termuat dalam KMA Nomor 494 Tahun 2020 Tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 2020, antara lain bahwa jemaah haji tahun 2020 yang sudah melunasi Bipih menjadi prioritas untuk keberangkatan haji tahun 2021, jemaah haji tahun 2020 yang meninggal dunia atau sakit permanent dapat dilimpahkan nomor porsinya kepada ahli warisnya dan bisa diberangkatkan tahun 2021, dan jemaah haji yang sudah melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) kemudian menarik Bipih tersebut, maka yang bersangkutan tetap menjadi jemaah berangkat tahun 2021

Selanjutnya As’ad Afifi juga menampaikan bahwa jemaah haji cadangan di tahun 2020 tetap menjadi Jemaah cadangan di tahun 2021, walaupun sudah melakukan pelunasan Bipih dan sudah bikin paspor.

Pertemuan silaturrahmi ini sungguhpun dengan suasana sangat sederhana, tapi penuh khidmat dan antusias dari jemaah. Beberapa jemaah bahkan mengajukan pertanyaan tentang kepastian keberangkatan haji tahun 2021, tentang status jemaah cadangan dan tentang suntik vaksin meningitis. (hen)