Putussibau – Kapuas Hulu, Proses pendampingan terhadap Baznas terkait Akreditasi dan Audit Kepatuhan Syariah ini sangat penting dilakukan dalam rangka mempersiapkan Baznas yang lebih open management sebagai pengelola dana umat demikian dikatakan Kasi Zakat Kanwil Kemenag Kalbar Emmy Jumartina, SE., M. Si disela-sela proses pendampingan yang bertempat di Baznas Kabupaten Kapuas Hulu Selasa 20 Oktober 2020.

Pada kesempatan tersebut semua data/kelengkapan yang menjadi syarat penilaian dalam rangka meningkatkan great akreditasi Baznas di tanyakan dan diminta untuk disiapkan sesuai juklak dan juknis yang ada, sebab peningkatan mutu pelayanan dan pengelolaan yang terbuka sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan transparan merupakan tolak ukur sukses atau tidaknya sebuah lembaga dalam mengelola dana umat.

Pada kesempatan tersebut Kasi Zakat Kanwil berharap agar Baznas Kapuas Hulu mampu merebut dan mengelola peluang yang ada karena dilihat dari jumlah pendapatan cukup tinggi dengan adanya dukungan Perbup Kapuas Hulu, idealnya dana zakat, infaq dan sadakah yang masuk ke Baznas baik melalui perseorangan dan lembaga tidak mengendap di baznas tetapi harus segera dikelola dan disalurkan dalam bentuk zakat konsumtif maupun zakat produkti atau lebih dikenal dengan istilah pemberdayaan zakat.

Zakat konsumtif dalam bentuk pemberian bantuan kepada hasnap yang ada dan sesuai tuntunan syari’ah, sementara untuk zakat produkti lebih diutamakan kepada pemberdayaan zakat berupa bantuan modal usaha yang diiringi proses pendampingan sampai usaha tersebut berhasil dengan harapan agar masyarakat penerima bantuan tidak selamanya menjadi mustahik, tetapi mampu merubah statusnya menjadi muzaki. Proses pendampingan berlangsung selama satu hari yaitu Selasa, 20 Oktober 2020 dari Pukul 08.00 Wiba sampai Pukul 18.00 Wiba.

Pihak Baznas menyambut baik adanya proses pendampingan yang telah dilakukan Kementerian Agama dan merupakan spirit untuk tetap bekerja lebih giat demi kemajuan Baznas dimasa mendatang. Drs. H. FY. Wartam dalam keteranganya mengatakan bahwa proses pendampingan ini merupakan bentuk sinergitas antara Baznas dan Kementerian Agama dalam rangka mewujudkan kinerja sebuah lembaga yang profesional.