SINGKAWANG. Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasub Bag TU) Kementerian Agama Kota Singkawang H. Azhari, S.Ag, M.Si menghadiri acara Sosialisasi Sertifikasi Halal MUI yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Singkawang pada Kamis, 27 Juli 2017.

Kegiatan yang di laksanakan di Cafe Book Siera Jl. Ahmad Yani Singkawang ini dimulai pukul 09.00 WIB. Adapun peserta kegiatan Sosialisasi Sertifikasi Halal MUI ini berjumlah 50 (lima puluh) orang terdiri dari unsur masyarakat pelaku usaha makanan dan minuman yang tergolong dalam Industri Pengolahan pada Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), pengusaha Rumah Potong Hewan (RPH), serta pengusaha Catering, Restoran, Cafe dan Rumah Makan yang terdapat di Kota Singkawang.

Ketua MUI Kota Singkawang, Dr. H. Arnadi, M.Pd mengatakan sertifikat halal MUI adalah fatwa tertulis yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia melalui keputusan sidang Komisi Fatwa yang menyatakan kehalalan suatu produk berdasarkan proses audit yang dilakukan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Sertifikat Halal MUI ini merupakan syarat untuk mendapatkan ijin pencantuman label halal pada kemasan produk dari instansi pemerintah yang berwenang.

Selanjutnya, Arnadi menyampaikan tentang pentingnya sertifikat halal pada makanan merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menentramkan hati konsumen khususnya yang beragama Islam. “Sertifikasi halal MUI pada produk pangan, obat-obat, kosmetika dan produk lainnya dilakukan untuk memberikan kepastian status kehalalan, sehingga dapat menenteramkan batin konsumen dalam mengkonsumsinya,” ujarnya.

Kembali disampaikan Arnadi, mengingat pentingnya sertifikasi halal pada makanan, MUI Kota Singkawang melakukan sosialisasi sertifikasi halal MUI kepada masyarakat pelaku usaha makanan dan minuman dengan menghadirkan narasumber yaitu Hendryan, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Singkawang dan Nora Idiawati, S.Si, M.Si LPPOM MUI Provinsi Kalimantan Barat.

Pada sosialisasi ini narasumber menjelaskan tentang tata cara dan persyaratan yang harus dipenuhi pelaku usaha makanan dan minuman dalam memperoleh sertifikasi halal pada produk yang diolah. (Jk/Hms)