SAMBAS Mendidik anak agar menjadi insan yang berkarakter baik merupakan salah satu tugas guru di sekolah. Ditengah perkembangan jaman, kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi, tantangan yang dihadapi oleh seorang guru juga semakin kompleks, mulai pornagrafi, narkoba, faham-faham yang menyesatkan maupun LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) yang merusak.

Kepala Kantor Kemenag Kab. Sambas H. M. Asmar, S.Pd.I dalam sambutan pada pembukaan Workshop Profesional Guru Pendidikan Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kab. Sambas (04/05) di Hotel Pantura Jaya menyinggung hal-hal diatas. Guru agama adalah tangan kanan Kementerian Agama dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, tegas H. M. Asmar. Acara pembukaan ditutup dengan doa berkat oleh pendeta Rabudin, yang kemudian dilanjutkan dengan break menikmati snack dan kopi.

Setelah membuka acara, Kepala Kantor Kemenag memberikan materi tentang kebijakan pemerintah di bidang agama. H. M. Asmar menyampaikan bahwa umat beragama mestilah cerdas, tidak boleh tidak ada yang tidak cerdas. Banggalah menjadi seorang guru, ajak H. M. Asmar kepada peserta sebanyak 30 orang yang merupakan guru agama Kristen itu. Lebih lanjut H. M. Asmar yang pernah menjabat Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kab. Sambas memaparkan bahwa guru adalah orang yang berilmu dan hendaklah ia menyampaikan ilmu tersebut kepada siswa Kristen agar dapat mencerdaskan umat kristiani, dengan demikian diharapkan dapat membentuk karakter anak Kristen khusunya dan bangsa ini secara umum. Selalulah berinovasi dalam mengajar, pesannya.

H. M. Asmar juga begitu menekankan tentang kerukunan dalam berbangsa dan bernegara, serta untuk saling hormat-menghormati. Ia juga menyatakan tentang musuh bangsa dan negara ini yakni korupsi, narkoba, radikalisme maupun LGBT. H. M. Asmar berharap guru agama Kristen dapat menjadi teladan, bukan hanya di dalam kelas tetapi juga di masyarakat. Setelah penyampaian materi pertama ini, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan peserta. (rdn).