Putussibau – Kapuas Hulu, Sebagai institusi Pemerintah dalam bidang pembangunan keagamaan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Hulu senantiasa siap dan membuka diri dalam memberikan layanan kepada umat baik dalam konteks himayatuddin (menjaga Agama), Himayatud daulah (menjaga Negara), maupun himayatul ummah (menajaga Umat).

Dalam konteks himayatud daulah (menjaga Negara) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Hulu telah menugaskan Penyelenggara Zakat dan Wakaf Wakasman, S. HI., M. Si untuk memberikan Materi terkait kegiatan yang diselenggarakan oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 1206 Putussibau yang bertema : Cegah, Tangkal Radikalisme/Separatisme.

Kegiatan dimaksud dilaksanakan di Aula Kodim 1206 Putussibau pada Hari Jum’at Tanggal 13 November 2020 dimulai dari Pukul 08.00-11.45 Wiba dengan peserta dari unsur Kodim 1206 Putussibau, Purnawirawan, Polres Kapuas Hulu, Pelajar dan Mahasiswa. Dalam sambutan pembukaan kegiatan tersebut perwira Seksi teritorial Kapten Infanteri Edi Sandjaya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dari rasa tanggungjawab bersama berbagai stakeholders demi menjaga keutuhan bangsa dan Negara khususnya Kabupaten Kapuas Hulu, dan kegiatan serta kerjasama ini bukan merupakan kerjasama pertama dan terakhir, namun akan berkelanjutan sehingga terbangun sinergitas yang solid antar pemangku kepentingan.

Dalam mukadimah materinya Wakasman, S. HI., M. Si penyelenggara Zakat dan Wakaf pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Hulu menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Panitia Penyelenggara atas waktu dan kesempatan menjadi nara sumber. Kementerian Agama melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf menyampaikan Materi terkait Wawasan keagamaan. Pendekatan keagamaan merupakan salah satu ikhtiar efektif dalam mencegah dan menagkal gerakan Radikalisme/separatisme.

Ketika seseorang warga negara betul dan sungguh dalam mengamalkan ajaran agamanya maka kecil kemungkinan terjadinya gerakan radikal, sebab tidak ada satupun agama yang diakui keberadaanya di Republik ini yang membenarkan sikap radikal. Pendidikan agama diharapkan sejak dini sudah ditanamkan kepada generasi baru melalui pendidikan formal maupun non formal sebagai upaya untuk mempererat rasa persaudaraan sebangsa dan setanah air yang diikat oleh semboyan Bhinneka Tunggal Ika, demikian tutur Wakasman, S. HI., M. Si dalam materinya.