Pandemi Covid-19 masih mengancam kita. Jumlah orang yang terpapar di Kalbar mulai bertambah lagi. Demikianpun di Kabupaten Melawi. Padahal Melawi sempat zero terpapar Covid-19. Tetapi  dua  minggu terakhir ancaman Covid-19 datang lagi yang menimbulkan rasa takut dan was-was bagi warga. Kewaspadaan itu penting untuk menghindari terjadinya penderitaan yang disebabkan oleh Covid-19. Berkaitan dengan itu pada hari Rabu, 05 November 2020 Pegawai Kantor Kemenag Melawi menyelenggarakan rapat untuk membahas antisipasi terhadap ancaman pandemic ini.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi H. Abdulbar, S.Ag, M.Pd itu dihadiri oleh para pejabat eselon empat, para pengawas, penyuluh, ASN dan tenaga honorer. Pada kesempatan itu Haji Abdulbar menyampaikan tiga hal penting yaitu pertama, sikap menghadapi pandemic covid-19; kedua, sikap netralitas ASN menghadapi pilkada di Melawi dan ketiga, berkaitan dengan manajemen PTSP. Berkaitan dengan pandemic covid-19, Pak Kepala menegaskan, “setelah memperhatikan realitas yang terjadi dan dengan pikiran yang sangat logis, saya memutuskan agar kita melaksanakan tugas atau pekerjaan dari rumah atau yang sering disebut dengan Work From Home (WFH). Tetapi saya tegaskan WFH tidak identik dengan libur. WFH itu artinya bekerja dari rumah; mengerjakan pekerjaan kantor dari rumah,” tegas pak Kepala.

“Oleh karena itu perhatikan jam kerja di rumah. Jangan pula jam kerja malah dipake ke pasar, ke kebun atau urusan lain yang tidak berkaitan dengan urusan kantor” lanjut Pak Kepala. “Berkaitan dengan itu saya minta Kasubbag TU untuk mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan WFH ini agar sesuai aturan. Prisisipnya adalah pelayanan kepada masyarakat yang menjadi tugas dan fungsi kita harus tetap berjalan seperti biasa. Untuk itu saya berharap alat komunikasi harus selalu siap dan tentu harus ada piket di masing-masing satker supaya pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung,” harapnya mantap di hadapan para pegawai yang hadir.