Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak, Drs. H. Syarifendi membuka secara resmi Seminar Pembelajaran Jarak Jauh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kota Pontianak. Acara yang digelar oleh Pengurus KKG PAI Kota Pontianak ini berlangsung di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kemenag Kota Pontianak.

Informasi terkait kegiatan tersebut disampaikan langsung Kepala Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak H. Sumargi, S.Ag, S.Pd, M.PdI saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Selasa (8/9/2020). Dikatakan Sumargi, Seminar Pembelajaran Jarak Jauh KKG PAI tersebut berlangsung pada Selasa, 1 September 2020 yang lalu. Diikuti sebanyak 22 peserta yang merupakan pengurus KKG PAI SD se Kota Pontianak. 

Sumargi yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, acara pembukaan kegiatan juga dihadiri oleh koordinator Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) PAI Kota Pontianak Mawardi, S.Pd.I, Ketua KKG PAI SD Provinsi Kalbar Sulastri, S.Pd.I, M.Pd, serta Ketua KKG PAI SD Kota Pontianak Jamiat, M.PdI beserta pengurus.

Lebih lanjut Sumargi menyampaikan bahwa Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Pejabat nomor satu di Kemenag Kota Pontianak ini juga banyak memberikan arahan, informasi, saran, masukan serta motivasi kepada pengurus KKG PAI SD se Kota Pontianak yang hadir dalam acara tersebut.

Menurut Kepala Kemenag Kota Pontianak Syarifendi, menjadi guru itu adalah tugas mulia. Gurulah yang mencetak kader-kader pemimpin masa depan. Oleh karena itu, berhati-hatilah dan jadilah guru yang baik dan bijak serta patut diteladani oleh para peserta didik Bapak dan Ibu sekalian, pintanya.

Selanjutnya, Syarifendi juga menegaskan bahwa pelajaran agama itu tidak hanya teori, tapi juga harus perbanyak prakteknya. Agar apa yang diajarkan kepada anak-anak bisa membekas dan mudah diingat. Seperti tata cara berwudu, tata cara solat dan lain-lain. Jadi kesimpulannya pembelajaran agama itu adalah pelajaran teori dan praktek, jelasnya sembari mengenang masa lalunya yang juga pernah menjadi guru di SD Mujahidin Pontianak.

Lebih lanjut Syarifendi menuturkan, sesuai UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen bahwa guru harus memiliki 4 kompetensi dasar. Yakni, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi sosial. Beliau juga yakin bahwa semua guru sudah paham terkait hal tersebut. Namun, yang paling utama saat ini yang harus dimiliki guru adalah kompetensi sosial, tegasnya.

“Seminar pembelajaran jarak jauh ini sangat baik. Tapi tolong dalam melaksanakan pembelajaran di musim pandemi Covid-19 ini jangan memaksakan diri. Karena banyak sekali persoalan di lapangan terkait pembelajaran jarak jauh atau daring (dalam jaringan) ini yang dikeluhkan siswa dan orang tua. Tolong gembirakan anak-anak dan orang tua, jangan sampai dipersulit,” pinta Syarifendi kepada peserta.

Syarifendi melanjutkan, terkait inovasi pembelajaran yang dilakukan Guru PAI di sekolah, diharapkan dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta kemampuan peserta didiknya masing-masing. Makanya yang paling utama saat ini yang harus dimiliki guru adalah kompetensi sosial. Guru harus jeli dan peka terhadap kesulitan anak didik serta para orang tuanya, tegas Syarifendi.*(sumi/ptk)