Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak, Drs. H. Syarifendi membuka secara resmi Sosialisasi dan Bimtek Media Pembelajaran Di Era New Normal Covid-19. Acara digelar oleh Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMA dan SMK Kota Pontianak pada Senin (27/7/2020). Bertempat di SMA Negeri 11, yang saat ini masih menempati Gedung SMP Negeri 13 Pontianak di Jalan Tebu, Kelurahan Sungai Beliung, Pontianak Barat.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Kota Pontianak memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Pejabat nomor satu di Kemenag Kota Pontianak ini juga banyak memberikan informasi, saran, masukan serta motivasi kepada Guru PAI SMA/SMK Negeri dan Swasta Kota Pontianak yang hadir dalam acara tersebut. Acara juga dihadiri oleh Kepala Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, H. Sumargi, S.Ag, S.Pd, M.PdI.

Menurut Kepala Kemenag Kota Pontianak Syarifendi, Guru itu tugas pokoknya ada tiga. Yaitu, membuat rencana pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi. Untuk rencana dan proses pembelajaran sudah mantap mengajarnya. Kelemahan guru itu adalah di evaluasi. Kadang-kadang menggunakan LKS.

“Beli LKS, jual LKS. Karena terkadang guru malas membuat bank soal. Nah, tidak salah jika MGMP dimanfaatkan untuk membuat bank soal. Apa yang kita ajarkan, itulah yang akan keluar ke anak-anak. Sehingga kita tahu kisi-kisi soalnya kemana,” sarannya.

Selanjutnya, Syarifendi juga menegaskan bahwa pelajaran agama itu tidak hanya teori, tapi juga harus perbanyak prakteknya. Agar apa yang diajarkan kepada anak-anak bisa membekas dan mudah diingat. Seperti tata cara berwudu, tata cara solat, solat masbuk, solat jenazah dan lain-lain. Jadi kesimpulannya pembelajaran agama itu adalah pelajaran teori dan praktek, jelasnya.

Lebih lanjut Syarifendi menuturkan, sesuai UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen bahwa guru harus memiliki 4 kompetensi dasar. Yakni, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi sosial. Beliau juga yakin bahwa semua guru sudah paham dan khatam terkait hal tersebut.

Namun, sebagai Guru Agama Syarifendi meminta harus memiliki integritas (satu kesatuan antara perkataan dan perbuatan). Kemudian Guru Agama harus professional, punya inovasi dalam pembelajaran, punya tanggung jawab, serta Guru Agama itu pasti menjadi contoh teladan bagi anak didiknya.

Terkait inovasi pembelajaran, kepada Guru PAI SMA dan SMK yang hadir dalam kegiatan tersebut, diharapkan dapat melakukan inovasi pembelajaran yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta kemampuan peserta didiknya masing-masing. Kemudian Syarifendi membuka acara Sosialisasi dan Bimtek Media Pembelajaran Di Era New Normal Covid-19 dengan mengucapkan Basmalah.*(sumi/ptk)