MELAWI - Seperti halnya jasmani atau jasad butuh asupan gizi yang sehat agar aktivitas sehari-hari mudah dijalani. Sama halnya dengan ruhani atau ruh juga membutuhkan asupan gizi agar batin tidak kekeringan. Semangkin sehat jasmani dan ruhani seseorang maka aktivitas kehidupan akan mudah dikerjakan dan dalam kehidupan akan selalu menebarkan nilai-nilai kebaikan ditengah-tengah bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbeda dengan asupan jasmani, asupan secara ruhani memerlukan gerakan spiritual, diantaranya mentadaburi Al-Qur’an dengan diawali mempelajari tata cara dan etika dalam membaca Al-Qur’an, mulai dari Ilmu Tajwid, Sifat-sifat huruf dan Makharijul huruf.

Itulah yang menjadi konsen Penyuluh Agama Islam Non Pegawai Negeri Sipil (Non PNS) bidang pemberantasan Al-Qur’an, Ust. Efendi Siswanto, S.Pd.I KUA Kec. Ella Hilir Kab. Melawi. Seminggu sekali Ust. Efendi selalu turun ke wilayah binaannya untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan bidang pemberantasan buta aksara Al-Qur’an kepada ibu-ibu Majelis Taklim yang ada diwilayah binaanya Desa Popai Kec. Ella Hilir

“Melihat Ibu-ibu Majelis Taklim Durrotul Hikmah tepatnya di Desa Popai Kecamatan Ella Hilir, yang memiliki semangat ingin belajar Al-Qur’an, membuat saya selaku penyuluh Agama bidang Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an ingin terus berbagi sedikit pengetahuan saya tentang tata cara membaca Al-Qur’an”, kata Ust. Efendi.

Keberadaan Penyuluh Agama Islam Kecamatan, terutama  bidang Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an memang sungguh sangat dibutuhkan terutama untuk menghidupkan kegiatan-kegiatan keagamaan dalam bidang pengentasan buta aksara Al-Qur’an, seperti Majelis Taklim dan Taman Pendidika Al-Qur’an. Karena sebagian besar wilayah kecamatan di Kab.Melawi yang wilayahnya berada di pinggiran kota atau perhuluan, masih sangat minim sekali SDM yang bisa dan mau konsen dalam mengajarkan Al-Qur’an.

Ketua Majelis Taklim Durrotul Hikmah Desa Popai Kecamatan Ella Hilir, Ibu Don Yanti selaku juga menuturkan semenjak adanya Penyuluh Agama yang membimbing kegiatan keagamaan di Desa Popai ini, kegiatan keagamaan disini kembali aktif, seperti pengajian, membaca surah yasin, dan belajar Tahsin Al-qur’an. Kami sangat bersyukur sekali ada Penyuluh Agama yang ditugaskan dari Kabupaten Melawi kedesa kami untuk membimbing kami dalam belajar membaca Al-Qur’an, berbagi tentang ilmu agama dan lainnya, sehingga saat ini Majelis Taklim dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) kami dapat aktif kembali, setelah sudah lama mati suri tanpa ada yang membimbing.

“Kegiatan rutin Majelis Taklim kami dilakukan pada hari Jum’at pada pukul 13.00 tepatnya setelah ba’da Jum’at. Dan sudah menjadi tradisi dan kebiasaan masyarakat desa popai ini adalah selalu memberikan suguhan makanan sebagai bentuk pengakraban”, kata Ibu Don yanti.