Tiga hari usai rakor penyusunan soal PAI, Kasi PAI Kemenag Sanggau Drs. Pahmi segera mengambil langkah taktis dengan kembali mengundang para guru PAI untuk melakukan finalisasi kisi-kisi soal. Sebanyak 35 guru PAI kembali berkumpul di aula Kemenag Sanggau pada Kamis (16/02/2017). Selama seharian penuh, guru-guru agama tersebut mematangkan konsepsi kisi-kisi soal sebelum di kirim ke Kanwil Kemenag Kalbar

Kasubag TU Drs A Saukani dalam pengarahannya menyampaikan bahwa dalam pembuatan soal agama jangan pernah meremehkan tentang muatannya (content). Apalagi saat ini dibeberapa sekolah masih menerapkan standard ganda dalam pelaksanaan kurikulum, ada kelas yang masih menggunakan Kurikulum KTSP dan ada pula yang menggunakan K13. Oleh karena itu awal perlu dilakukan pemetaan mana sekolah yang masih KTSP mana yang sudah efektif menggunakan K13.

Selanjutnya Saukani mengingatkan agar para guru memperhatikan bobot soal. Jangan menganggap soal yang mudah bisa dijawab dengan mudah. Hal ini dikarenakan penyajian soal, pengolahan tata bahasa dalam soal ataupun penyediaan pilihan jawaban yang tersedia justru sulit dipahami oleh siswa.

Dalam kegiatan tersebut, Pahmi langsung membagi tim menjadi 2 kelompok. Yaitu tim pembuat kisi-kisi soal dan tim telaah soal. Awal Pahmi memimpin pemetaan sekolah dengan kurikulum KTSP dan K13. Setelahnya, tim pembuat kisi membagi dirinya menjadi 2 sub kelompok, untuk mematangkan soal yang bermuatan KTSP dan soal bermuatan K13. Setelahnya, berganti tim telaah soal yang secara serius mengkaji kisi-kisi soal yang telah dibuat. Kegiatan tersebut berakhir tepat Pk. 15.00 WIB dengan hasil yang memuaskan semua pihak. (Fathur-Sanggau)