Kamis, 29 Agustus 2019, 10:59 julhedio

Menjalin tanggal 22 Agustus 2019. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Landak, mewakili Kasi Bimas Katolik Kemenag Kabupaten Landak , Fransiskus Julhedi, S.Ag (Penyusun Bahan Pengembangan Program Keagamaan Katolik) dan Askar, S.Ag (Pengawas Pendidikan Agama Katolik) membuka kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) bagi Guru Pendidikan Agama Katolik Tingkat SD, Kamis, (22/08).

Dalam kegiatan tersebut Pengawas Pendidikan Agama Katolik SD mengatakan dengan terbentuknya pengurus KKG PaKAT Wilayah Menjalin dan Sompak  bagi guru Pendidikan Agama Katolik, maka kegiatan pembinaan bagi guru-guru Pendidikan Agama Katolik dapat berjalan dengan efektif dalam rangka peningkatan kualitas profesionalisme guru. Segala permasalahan dan kendala serta tujuan yang diharapkan yaitu peningkatan kualitas penyelenggaraan Pendidikan Agama Katolik dapat di kaji dan dibahas melalui pertemuan KKG.

Dalam kegiatan pembinaan yang diadakan di aula SDN 05 Menjalin Askar, S.Ag mengingatkan kembali kepada para guru agar dapat melaksanakan tugas masing-masing dengan baik. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru mengamanatkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau D-IV, kompetensi, dan sertifikat pendidik. Selain itu, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, guru harus meningkatkan kompetensinya secara berkelanjutan. Sehubungan dengan hal tersebut, agar proses peningkatan kualifikasi akademik dan kompetensi guru terprogram serta terlaksana dengan baik, diperlukan wadah pembinaan guru yang mandiri dan professional.

Jangan sampai masalah tunjangan sertifikasi yang belum lancar bagi beberapa guru, lantas membuat semangat kerja menurun, demikian diungkapkan oleh Pengawas Pendidikan Agama Katolik, Askar, S.Ag mengahrapkan kepada peserta dengan kegiatan KKG Pendidikan Agama Katolik yang diselenggarakan pada hari Kamis, 22 Agustus 2019 dapat membangun kekuatan dalam meningkatkan persatuan dan kebersamaan mewujudkan guru profesional dan bermartabat untuk meningkatkan mutu pendidikan pada umumnya, dan mutu pendidikan agama katolik pada khususnya.

Dalam kesempatan ini pula peserta dari KKG bagi Guru Pendidikan Agama Katolik tingkat SD menerima materi oleh Bapak Fransiskus Julhedi, S.Ag tentang Aplikasi SIMPATIKA, tentang manfaat Aplikasi berbasis online tersebut.

SIMPATIKA (Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenag) sebagai Sistem Online Pengendalian dan Pengawasan Internal PTK Kemenag, merupakan lanjutan dari program Padamu Negeri yang dirintis oleh Kemdikbud sejak 20 Mei 2013 hingga Juni 2015. Mulai 17 Agustus 2015, Kemenag mengembangkan secara mandiri Layanan SIM PTK Online berbasis sistem SIAP Padamu Negeri bekerjasama dengan PT. Telkom Indonesia.

Melalui Layanan SIMPATIKA, Kemenag mengembangkan beragam program kerja untuk kepentingan PTK Kemenag, meliputi: Keaktifan PTK, Penginputan Jadawal Mengajar Guru, Sertifikasi PTK, VerVal NRG, VerVal Inpassing, NPK, Alih Tugas Tambahan, SKMT & SKBK Online, Tata Kelola Pengawas, dan beragam program lainnya. Selain itu menjelaskan tentang kelebihan dan kekurangan aplikasi simpatika