Sambas - Jumat (25/9/2020) kepala KUA tekarang bersama penyuluh agama Islam non PNS Kecamatan Tekarang melakukan safari di masjid Nurul Hidayah Desa Sempadian.

Safari ini dilaksanakan dalam rangka silaturahmi dan sosialisasi zakat dan juga penyampaian sejumlah informasi keagamaan.

Sebelum shalat  Jumat koordinasi penyuluh membuka silaturahmi dengan menyampaikan maksud kedatangan. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian perihal zakat oleh kepala KUA. 

Dalam penyampaiannya kepala KUA menghimbau kepada masyarakat untuk berzakat melalui lembaga zakat yang telah terbentuk sesuai amanat undang-undang zakat. Lembaga zakat  yaitu unit pengumpul zakat (UPZ) baik di tingkat kecamatan ataupun UPZ di tiap masjid.

Lebih lanjut dalam khutbahnya, kepala KUA menekankan esensi zakat sebagai hak para mustahik. Bahwa harta yang telah sampai nisabnya otomatis 2,5% menjadi hak atau milik fakir miskin. Sehingga orang yang tidak menunaikan zakat berarti orang tersebut telah memakan hak para mustahik khususnya fakir miskin.

Karenanya beliau menghimbau kepada masyarakat yang telah memiliki harta dan telah sampai nisabnya baik itu petani, pedagang, peternak ataupun PNS untuk menghitung zakat masing masing. Bagi petani apabila panen minimal membawa 653 kg gabah kering makan sudah ada kewajiban zakat sebesar 5%. Bagi pedagang hasil dagangan mencapai nilai 85 gram emas ada kewajiban 2,5%. Demikian juga PNS jika gajinya dalam setahun mencapai nilai 85 gram emas ada kewajiban zakat 2,5%.

Setelah sholat Jumat kepala KUA dan penyuluh pun diajak nyaprah (makan bersam) oleh warga. Berbincang tentang sejumlah tema yang lagi hangat di masyarakat, serta bertukar informasi dalam suasana kekeluargaan. Sehingga safari menimbulkan rasa kekeluargaan yang semakin erat dan menguatkan tali silaturahmi.