Pertemuan Guru Agama Katolik yang diselenggarakan oleh Pengurus MGMP bekerja sama dengan Bimas Katolik Kantor Kementerian Kabupaten Melawi dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2020 di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi. Yang menjadi peserta dari pertemuan yang bertajuk Kompetensi Guru Agama Katolik di Era Digital ini adalah Guru Pendidikan Agama Katolik baik yang diangkat oleh Pemda maupun oleh Kemenag. Dalam acara pembukaan hadir Kepala Kantor Kemenag Kab Melawi H. Abdulbar, S.Ag,M.Pd, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Prov Kalbar Drs. Yoseph, pejabat eselon empat dan Kasi Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Melawi Dwi Chonny Setya Rahayu, S.Ag.

Dalam arahannya Pak Kepala mengatakan, “Guru Agama harus Profesional. Sebagai Guru Profesional seorang guru harus memahami kompetensinya. Ada empat kompetensi guru sebagaimana yang sering saya jelaskan tetapi bagi Guru Agama termasuk Guru Agama Katolik harus ditambahkan satu kompetensi lagi yang disebut dengan kompetensi religius. Kompetensi religius harus dimiliki oleh  seorang Guru Agama. Dia harus mempunyai pemahaman yang mumpuni tentang ajaran agamanya. Tetapi tidak hanya berhenti pada pemahaman tetapi pemahaman harus dinyatakan dalam perbuatan; harus ada kesatuan antara kata dan perbuatan dan itulah makna terdalam dari sebuah integritas yang menjadi nilai yang harus dihayati oleh seorang ASN Kemenag. Dengan demikian kita bisa menjadi panutan, contoh dan teladan bagi orang lain terutama bagi anak-anak didik kita,”tegas Haji Abdulbar.

Lebih lanjut beliau mengatakan, “profesionalitas guru agama dihargai oleh pemerintah dengan memberikan tunjangan sertifikasi. Meski belum semua dari Bapak, Ibu mendapatkan sertifikasi. Bagi yang sudah, syukuri itu dan tunjukkan rasa syukur itu dalam meningkatkan kinerja sebagai Guru Agama Katolik. Tetapi bagi yang belum, mohon bersabar. Kami sebagai penanggung jawab terus berusaha dan berjuang ke pemerintah pusat agar proses sertifikasi ini terus berlanjut sehingga yang belum bisa mendapatkan haknya, “jelas Pak Kepala mantap.