Sambas, Kamis (05/11/2020) Kepala KUA Kec. Sajad ikuti konfirmasi dan konsulidasi pada rapat koordinasi Kepala KUA se-Kab. Sambas bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Sambas yang diselenggarakan oleh Kepala Seksi Bimas Islam dan Binyar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas di Aula Kemenag Sambas.

Acara dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Sambas H. Sipni, S.Pd.I, M.Pd menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Sambas telah memenuhi undangan dalam rangka sinkronisasi data masyarakat pada pelayanan Simkah Web. Untuk percepatan pelayanan perlu diadakan langkah kebijakan serta kesepahaman antara DisdukCapil dan KUA ungkapnya, ditambahkan bahwa pengadaan printer kartu nikah akan diushakan semua KUA diadakan. Disela pembicaraannya diinformasikan pula pembanguan SBSN tahun 2021 akan datang dibangun dua KUA yaitu Kec. Sajad dan Kec. Galing.

Dilanjutkan oleh Muslim Kepala Bidang Konsulidasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Sambas apabila ada perubahan data yang belum terkonfirmasi ke Capil Pusat sedangkan daerah sudah melakukan perubahan maka segeralah melaporkan ke WA konsulidasi 082154686553 akan dilayani dengan cara kirim foto KK ke pelayanan tersebut dan diproses 1 x 24 jam jelasnya.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan (KK, KTP, KIA dan Pindah Penduduk) Yusirani memaparkan hal-hal sebagai berikut : 1. Ada 15 elemen data yang ditambah menjadi 17 elemen yang baru yaitu pada status nikah belum tercatat dan golongan darah, 2. Pemanfaatan data kependudukan diakses dari data pusat, 3. Data perubahan harus dilakukan pelaporan ulang oleh masyarakat ke Disdukcapil, 4. Perubahan data buku nikah menyesuikan akta kelahiran terbaru sebagaimana tertuang dalam PMA 20 tahun 2019.

Sebelum diskusi dituturkan oleh Kepala Seksi Bimas Islam Drs. H. Karlan bahwa data PNBP NR segera dilakukan pengisian  aplikasi serta SK Inpasing untuk segera dilaporkan kebagian kepegawaian guna direkap dan dilaporkan ke Kasi Kepenghuluan Kanwil Kemenag Prov. Kalbar.

Diskusi melahirkan kesepahaman sebagai berikut :  1. Pembuatan akta kelahiran berdasarkan buku nikah, jika tidak maka terbit akta kelahiran tercantum ibu. 2. Perubahan akta kelahiran karena orang tua angkat maka dilakukan dengan penetapan pengadilan negeri untuk menjelaskan nasab yang sebenarnya, 3. Pelayanan Disdukcapil untuk kepentingan nikah dilampiri surat keterangan Kepala KUA, 4. Hasil Isbat penolakan nikah untuk perubahan status kawin di KK menggunakan surat pengantar dari Kepala KUA. (AHD)