Mempawah. Botol plastik menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah di muka bumi. Betapa tidak, gaya hidup manusia zaman sekarang yang menginginkan serba praktis membuat penggunaan botol sekali pakai tidak dapat di hindari.

Bumi kian tak lestari karena sampah plastik. Daratan, lautan, bahkan udara tercerami oleh partikel- partikel paling kecil yang belum rampung terurai. Tak main- main, partikel bernama mikroplastik itu juga dianggap dapat mengancam kesehatan manusia.

Sampah botol plastik  dapat dijadikan media apa saja dan sangat beragam cara membuatnya serta praktis. Pada hari Jumat, 30 Juli 2021 di MTs Negeri 1 Mempawah melaksanakan kegiatan rutin yakni Jumat bersih sebagai salah satu aplikasi dari program Adiwiyata.

Kali ini warga MTs Negeri 1 Mempawah menyulap otol Aqua plastic bekas menjadi berbagai macam bentuk pot untuk media tanam. Dan mencoba membuat ecobrick, mengisi botol plastik dengan sampah dari sisa jahitan bahan kain yang sudah tidak dimanfaatkan lagi. Ecobrick adalah salah saru cara paling populer bagi orang- orang yang ingin mendaur ulang sampah.

Botol yang berisi sampah tersebut dipadatkan dan dikumpulkan dalam jumlah banyak sesuai dengan keperluan, kemudian botol- botol tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bata untuk bangunan atau lainnya.

“Sebagai Sekolah yang mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata, kami warga Madrasah mempunyai kewajiban mendukung program pemerintah, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mengentaskan masalah sampah yang kian mengancam kehidupan di bumi tercinta. Sekolah merupakan tempat untuk membentuk siswa atau generasi sekarang mempunyai kepedulian dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang”, demikian ungkap Kepala MTs Negeri 1 Mempawah, Tutik Rusmawati, M.Pd. (Humas)