Wisata dalam Musibah

Kata banjir biasanya identik dengan musibah. Karena banjir merendam banyak fasilitas umum, rumah penduduk bahkan rumah ibadah, menyebabkan orang bisa jatuh sakit, stress karena harus pergi dari rumah kediamannya dan mencari tempat penampungan sementara. Banyak kisah pilu yang kita baca dan kita dengar akibat musibah banjir. Tetapi berbeda dengan banjir di Melawi. Tidak hanya musibah yang dialami tetapi sukacita dan menjadikan banjir sebagai obyek wisata dadakan.

Koperasi Ikhlas Berikan Bantuan untuk Korban Banjir

Ratusan rumah yang terendam banjir di Melawi membuat aktifitas rumah tangga mati total apalagi kegiatan masak-memasak di rumah. Kenyataan ini yang menggerakkan hati ibu-ibu DWP Kemenag Melawi untuk membuat dapur umum yang melayani kebutuhan konsumsi alias makan siap saji untuk Pegawai Kemenag yang menjadi korban banjir. Perlu diketahui hampir separuh dari pegawai Kemenag Melawi menjadi korban banjir tahun ini.

Kepala Kantor Tinjau Dapur Umum Kemenag

Banjir Melawi memasuki hari yang ketiga. Ada banyak rumah yang hanyut dan direndam banjir. Begitupun sekolah, rumah ibadah dan fasilitas umum lainnya. Dilaporkan bahwa ada beberapa Gereja Kristen dan Mesjid serta Pastoran Katolik di Kota Nanga Pinoh direndam banjir. Beberapa sekolah termasuk MIN Nanga Pinoh tidak luput dari ganasnya banjir yang menimpa Melawi saat ini. Bahkan rumah para pegawai Kantor Kemenag Melawi yang beralamat di Desa Sidomulyo dan desa Baru ikut teredam banjir.

Dapur Kemenag untuk Korban Banjir

Banjir Melawi antara musibah dan sukacita beda-beda tipis. Tetapi memang harus dibedakan dari sudut pandang; bagi korban,  banjir kali ini adalah musibah tetapi bagi kebanyakan orang, banjir  ini menjadi obyek wisata dadakan. Di Sepanjang Jalan Provinsi, Jalan Protokol dan Jalan Juang dipadati oleh para penikmat wisata dadakan tersebut. Ribuan orang dari anak-anak kecil sampai  dengan orangtua ramai-ramai menikmati kolam bencana ini dengan suka cita.

Nanga Pinoh Dilanda Banjir

Tema yang sangat menarik dan ramai dibicarakan di Nanga Pinoh dan sekitarnya adalah masalah banjir. Banjir mulai menggenang Kota Nanga Pinoh pada hari Sabtu, 12 September 2020. Pada hari Minggu air terus menerus naik menggenangi ratusan rumah dan beberapa titik  jalan tidak bisa dilewati dengan kendaraan roda dua tetapi bisa dibantu dengan sampan. Banjir semakin parah terjadi karena air kiriman dari hulu sungai sehingga pada hari Minggu malam air naik secara drastis menggenangi Nanga Pinoh.

Mengenang Bu Chonny

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi H. Abdulbar, S.Ag,M.Pd pada Apel pagi, Senin, 14 September 2020 kembali mengajak para pegawai untuk mengenang Bu Chonny. Maklum pada saat ibu Dwi Chonny Setya Rahayu, S.Ag Kasi Bimas Katolik dipanggil sang Maha Kuasa, Pak Kepala sedang menjalankan tugas di Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat. Maka pada kesempatan Apel pagi Haji Abdulbar mengungkapkan rasa dukanya dan mengajak para pegawai untuk mengenang kebaikan Bu Chonny.

Kepala Kantor Tinjau Kafilah Melawi di Sekadau

Pelaksanaan MTQ Kalbar yang beberapa kali ditunda oleh karena pandemic covid-19, akhirnya mulai dilaksanakan pada tanggal 07 September 2020. Pelaksanaan MTQ tahun ini menjadi menarik karena tidak hanya dilakukan di satu tempat tetapi dilakukan di dua tempat yaitu Sekadau dan Pontianak. Pelaksanaannya juga tidak hanya secara factual tetapi juga virtual sebagai cirikhas dari masa pandemic. Meski demikian tidak menyurutkan semangat para kafilah untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi bagi umat Islam tersebut.

Ibu Chonny dimakamkan di Yayasan Mawar

Prosesi Pemakaman  Ibu Dwi Chonny Setya Rahayu, S.Ag dimulai dengan Ibadat Pemberkatan Jenazah yang dipimpin oleh Pastor Kepala Paroki SPM Diangkat Ke Surga Nanga Pinoh R.D. Markus Suwito Mantiri di Yayasan  Mawar. Dalam kotbahnya Pastor Suwito mengatakan, “Bu Chonny adalah seorang pribadi yang keras tapi tegas dan ramah.  Bagi saya, Bu Chonny adalah seorang sahabat sekaligus sebagai Kakak yang bisa memberikan nasehat dan teman  berbagi pengalaman.

Requiescat in pace, Bu Chonny

Tubuhnya sudah kaku, ia terbaring di peti jenazah dengan pakaian kebesarannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Republik Indonesia. Meski dandanannya cantik tapi sayang sudah tak bernyawa lagi. Para sahabat dan kolega datang dan pergi untuk melayat, mendoakan dan mengukapkan rasa duka yang mendalam. Karangan bunga tanda cinta dan duka menghiasi latar Yayasan Mawar. Ada banyak macam ragam ucapan tanda duka dan cinta menghiasi Yayasan Mawar.

Kemenag Melawi Berduka

Kemenag Melawi berduka atas meninggalnya Ibu Dwi Chonny Setya Rahayu, S. Ag, Kasi Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi. Ibu Chonny meninggal pada hari Kamis, 03 September  2020 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Melawi. Para Pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi dikejutkan dengan berita via telephon tepat pkl. 07.10 Wib bahwa Ibu Chonny telah meninggal pada pkl. 07.05.  Mendengar berita itu semua pegawai bergegas ke RSUD Melawi tempat Bu Chonny disemayamkan sementara.

Halaman-halaman