Selasa, 10 September 2019, 14:18 jakahendra

SINGKAWANG, Korupsi merupakan kejahatan luar biasa (Extra ordinary Crime) yang harus diberantas. Agar efektif, upaya pemberantasan korupsi tidak cukup dengan membuat peraturan perundang-undangan untuk menjerat pelaku tetapi membangun mental anti korupsi dengan pemberian edukasi juga diperlukan.

Mendukung suksesnya pencegahan dan pemberantasan korupsi dan dalam rangka menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), kantor Kementerian Agama Kota Singkawang memberikan edukasi kepada seluruh pegawai melalui Penyuluhan Anti Korupsi dengan tema Menumbuhkan Semangat Perlawan terhadap Korupsi. Acara yang diikuti oleh seluruh pegawai ini digelar pada Selasa, 10 September 2019 di aula kantor Kementerian Agama Kota Singkawang.

Dalam sambutannya, Kepala sub Bag. Tata Usaha, H. Azhari, S.Ag, M.Si mengajak peserta untuk tegas melawan korupsi. Semangat perlawanan terhadap korupsi merupakan langkah awal yang harus dimiliki masyarakat dalam pemberantasan korupsi. Ia meyakini bahwa sesungguhnya bangsa Indonesia adalah bangsa dengan kekayaan alam yang melimpah, apabila dapat dimanfaatkan dengan baik serta tegas menolak korupsi maka bukan suatu hal yang mustahil mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang besar.

Selanjutnya, Azhari berharap kepada narasumber untuk memberikan edukasi kepada para ASN di lingkungan Kemenag Kota Singkawang perihal menumbuhkan semangat perlawanan anti korupsi, bahaya dan dampak Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) serta membangun sikap anti korupsi.

Adapun yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut dari KPPN Kota Singkawang yang merupakan mitra dari Lembaga Sertifikasi Profesi Komisi Pemberantasan Korupsi (LSP-KPK) yaitu Budiman. Beliau mengajak para peserta belajar tentang Cara Berpikir Kritis Terhadap Masalah Korupsi, dan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anti korupsi.(DH/skw)