Kecendrungan psikologi setiap manusia adalah cendrung senang dihargai dan dihormati. Kecendrungan tersebut juga tak terkecuali pada para pegawai yang bekerja di lingkungan pemerintahan ataupun tidak. Para pekerja cendrung senang jika hasil usaha kerjanya dihargai oleh orang lain atau atasannya. Dan bisa dipastikan hampir setiap orang tidak ada yang senang jika dihina atau diabaikankan kerja kerasnya. Karena itu pemerintah sangat jeli melihat kencendrungan psikologi tersebut. Salah satu bentuk usaha penghargaan yang diberikan oleh pemerintah kepada PNS dalam bentuk financial adalah tunjangan kinerja atau reumunasi. Dengan harapan para ASN akan lebih termotivasi lagi meningkatkan kinerjanya setelah mendapatkan tambahan penghasilan. Walaupun dengan berjalannya waktu yang panjang beberapa pegawai ada yang cendrung melupakan tujuan reward penghasilan dari pemerintah tersebut dengan alasan yang bisa dimaklumi ataupun tidak.

Tak cuma penghargaan dalam bentuk tambahan penghasilan yang diberikan oleh pemerintah kepada para Aparatur Sipil Negara dalam rangka menghargai dan memotivasi PNS untuk meningkatkan kinerjanya. Bentuk lain reward yang diberikan pemerintah, tidak dalam wujud keuangan diantaranya adalah Promosi Jabatan dan Satyalencana Karya Satya. Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya diberikan kepada para pegawai negeri sipil yang sudah bekerja mengabdi selama beberapa tahun tertentu . Yakni reward yang diberikan kepada para ASN yang sudah mengabdi dengan baik selama masa kerja 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun.

Seperti yang telah diterima 66 orang ASN di lingkungan Kementerian Agama Kota Pontianak pada tanggal 5 Januari 2021,di halaman MTs Negeri 2 Pontianak,penghargaan dari Negara yang disampaikan melalui pejabat nomor satu di Kemenag Kota Pontianak,Drs.H.Syarifendi. Semua PNS yang mendapatkan anugerah tersebut terlihat senang bahagia. Diantaranya adalah Sunardi,SH,M.Si yang sudah 30 tahun mengabdi, pernah menjabat Kasubbag Ortala dan Kepegawaian Kanwil Kemenag Kalbar, dan kini sampai menjelang purna tugasnya menjabat sebagai Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Pontianak. H.Syamsul Bahri,S.Ag,M.Si sudah mengabdikan diri selama 20 tahun, pernah menjabat Kasi Pontren dan Kini sebagai Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kota Pontianak. Selain itu yang juga memperoleh reward ,Eka Susanti, Suriyati, Fitri,S.Hi, Subanria dan H.Abdul Rofik,S.HI, Drs.Herman, Dra.Azwarti,M.Pd, Zainab Juniwati , Eva.M,S.Ag, Suryo Putro,S.Th.I, Eny.K,S.Ag, M.Junaidi,M.Si, Sufiatun,M.Pd , Dra.Siti Raudah, Mustafid,fFitri Aisyah dan yang lainnya.

“Merasa senang dan bahagia mendapatkan tanda kehormatan satyalencana ,”ungkap Subanria, S.Pd.I Staf Pelaksana PHU Kemenag Kota Pontianak.

“Ada suatu kebanggaan dan rasa terharu,” tutur Fitri,S.Hi Bendahara pada Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kota Pontianak. Demikian juga yang dirasakan oleh Abdul Rofik,S.HI. “ Senang bahagia,” katanya.

Para pegawai yang dapat reward tersebut sangat wajar merasa senang dan bangga karena memperoleh penghargaan dari pemimpin tertinggi di pemerintahan R.I , yakni berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 123/TK/Tahun 2020 tanggal 6 November 2020, yang dibacakan oleh Sumiati,S.Sos.I,M.Si didepan para peserta pada Upacara HAB 75 lingkungan Kemenag Kota Pontianak.

Berdasarkan Keppres yang dibacakan tersebut sebanyak 66 ASN Kemenag Kota Pontianak berhak menerima Penganugerahan Tanda Kenghormatan Satyalancana Karya Satya. Dengan rincian, sebanyak 33 orang ASN menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 10 tahun, 24 orang memperoleh Satyalancana Karya Satya 20 tahun dan 9 pegawai lainnya mendapatkan Satyalancana Karya Satya 30 tahun. (Gwn-Ptk).