Sejak Pemerintah menyatakan situasi darurat atas pandemic covid-19 mulai 15 Maret 2020, MTs Negeri 1 Ketapang mengambil sikap untuk menerapkan pembelajaran dan layanan pendidikan sesuai dengan edaran Menteri Agama. Hal ini dilakukan agar terjadi harmonisasi antara kebijakan pemerintah, kebijakan madrasah dan kebutuhan masyarakat dalam situasi darurat.

Berkembangnya informasi dan strategi penanganan pandemic dan dampaknya yang begitu cepat, mengharuskan madrasah untuk selalu up-date dalam ikut mengemban arah kebijakan yang disarankan.

“Situasi saat ini merupakan suatu ujian dan tantangan bagi dunia pendidikan agar bisa selalu berinovasi”, ujar bapak Adlan selaku kepala madrasah. Hal ini ditindak lanjuti dengan melatih guru untuk melakukan pembelajaran daring. Tanggap situasi yang cepat dan tepat ini sangat bermanfaat.

Beberapa media digunakan mulai dari grup WA, google form,dll. Seperti guru Bahasa Arab yaitu Ibu Sabariah,S.Pd.I menggunakan video sebagai media pembelajarannya. ”Bahasa asing tidak akan pernah terlepas dari kosakata jadi pada pembelajaran ini saya meminta siswa untuk menghafal kosakata yang sesuai dengan materi saat ini, siswa membuat video hafalan tersebut dan mengirimkannya ke saya” ujarnya kepada Humas MTs Negeri 1 Ketapang.

Selain itu Ibu Agus Trinawati,S.Pd salah satu guru mata pelajaran matematika menggunakan Aplikasi Game Quizizz Sebagai Alternatif Belajar di Rumah. Kurikulum yang diterapkan dalam situasi darurat di laksanakan dengan tujuan penanaman konsep pentingnya belajar, melatih kemandirian , melatih  bekerja sama dengan anggota keluarga dan menerapkan nilai-nilai kerakter yang didapat dari madrasah.

Saat ini madrasah sedang melaksanakan penilaian akhir tahun (PAT) mulai 5 – 15 Juni secara daring dengan menggunakan Moodle sebagai LSM (Learning Management System), karena FOSS (Free Open Source Software) perangkat lunak bebas sumber terbuka yang dapat digunakan, dikembangkan gratis tanpa harus membayar atau pun membajak software.hal ini di sampaikan oleh bapak Ridwan,S.Ag salah satu guru MTs Negeri 1 Ketapang yang menangani bidang ini. Pada akhir perbincangan bapak Adlan berpesan kita harus mampu menjadi agen pendidikan dan pembelajaran dalam situasi apapun. Guru harus bisa menjadi teladan.kita harus bergerak jika tidak ingin tertinggal.