SINGKAWANG. Dalam upaya mensertifikasi tanah wakaf yang telah diwakafkan oleh masyarakat, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang Drs. H. Muhlis, M.Pd selaku Nadzir (pengelola wakaf) menandatanganiAkta Ikrar Wakaf (AIW) bersama dengan Wanda warga Kelurahan Setapuk Kecil Hulu Kecamatan Singkawang Utara selaku Wakif (pihak yang mewakafkan hartanya) dan Mus Muthalib, S.Hi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singkawang Utaraselaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) di KUA Kecamatan Singkawang Utara pada Kamis, (16/02/2017).

Saat ditemui setelah penandatanganan AIW, Muhlis menjelaskan bahwa tanah wakaf dan aset-aset keagamaan sangat penting untuk disertifikasi mengingat banyaknya kasus penggugatan ahli waris atas harta orang tua yang sudah diwakafkan. "Kerap terjadi, ketika harga tanah sudah mahal, pihak keluarga atau ahli waris mempersoalkan kembali tanah yang telah diwakafkan," ujarnya. Ia juga menjelaskan setelah AIW keluar, maka proses selanjutnya adalah mengajukan sertifikat tanah wakaf ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Adapun tanah yang diwakafkan terletak di Kelurahan Setapuk Kecil Hulu Kecamatan Singkawang Utara dengan ukuran tanah seluas 500 m.Dengan adanya sertifikat, tanah wakaf dan aset keagamaan terlindungi sehingga tidak akan hilang dan dijual serta digugat oleh ahli waris dimasa mendatang dan dapat dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan umat.(Jk/hms)