Di akhir Ramadhan ini, Allah Subahanahu Wa Ta’ala mensyariatkan ibadah-ibadah yang dapat mendekatkan kita kepada-Nya serta menguatkan keimanan dengan amalan-amalan yang akan dicatat dalam timbangan kebaikan di antaranya: berusaha meraih lailatul qadar, menunaikan zakat fithri, bertakbir di hari fithri, dan banyak sekali amalan yang disunnahkan di hari itu.

Rasulullah tidak menjadikan suatu tujuan sebagai akhir sebuah amalan tetapi akhir amalan adalah kematian. Maka apabila bulan Ramadhan telah selesai, bukan berarti kita terputus dari amalan kebaikan. Setelah Ramadhan, masih ada begitu banyak amal kebaikan yang dapat kita kerjakan seperti:

  1. Puasa-puasa sunnah seperti puasa 6 hari di bulan syawal yang keutamaannya sangat besar sebagaimana sabda Rosulullah “Barang siapa yang berpuasa pada bulan ramadhan kemudian diikuti dengan 6 hari di bulan syawal maka ia seperti berpuasa setahun” (HR. Muslim). Dengan berakhirnya puasa ramadhan, bukan berarti amal ibadah puasa kemudian selesai karena masih banyak puasa sunnah yang hendaknya kita kerjakan.
  2. Sholat malam.

Di bulan Ramadhan, masjid dipenuhi dengan jamaah tarawih dan witir yang memiliki keutamaan yang sangat besar. Setelah Ramadhan, hendaknya sholat malam tetaplah dilaksanakan sebagaimana Rasulullah yang senantiasa sholat malam sampai kedua kakinya bengkak. Selain itu, dalam hadits Rosulullah bersabda “Roob turun ke langit dunia tatkala tinggal sepertiga malam terakhir, kemudian Allah berkata “Barang siapa yang berdoa kepadaKu niscaya  Aku kabulkan untuknya, barang siapa yang meminta kepadaKu niscaya Aku penuhi dan barang siapa yang meminta ampun kepadaKu niscaya Aku ampuni dosanya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan masih banyak amalan lainnya yang dapat kita kerjakan tidak hanya di bulan ramadhan, tetapi juga di bulan-bulan setelah ramadhan.

Sudah semestinya bagi setiap muslim yang telah diberikan nikmat untuk memasuki bulan ramadhan ini, untuk selalu melihat kembali diri masing-masing dan berusaha mengetahui tanda-tanda yang ada pada dirinya, apakah termasuk orang yang beruntung dengan bulan ramadhan yang telah berlalu ataukah termasuk orang yang merugi.

Di antara tanda terbesar bahwa ia termasuk orang yang beruntung dengan bulan Ramadhan adalah apabila ia menjumpai dirinya selalu istiqomah dalam beramal sholeh, bertambah taat kepada Allah dan selalu menambah perbuatan baik dengan perbuatan baik lainnya.

Maka termasuk kesalahan besar apabila ada seseorang merasa bebas setelah berlalunya bulan Ramadhan, ia segera kembali ke lembah kemaksiatan dan dosa, dan tidak pernah berbuat kebaikan kecuali di bulan ramadhan. Rajin sholat hanya di bulan Ramadhan, membaca alqur’an hanya di bulan ramadhan, menjaga kehormatan diri, keluarga dan agamanya hanya di bulan ramadhan, sehingga gugurlah amalan yang ia lakukan selama bulan ramadhan.

Dan sebagian orang kadang-kadang berpuasa Ramadhan dan sholat di dalamnya, menampakkan kebaikan dan meninggalkan maksiat bukan karena Iman dan mencari pahala, dan mereka melakukan hal tersebut hanyalah karena ingin terlihat baik dan mengikuti masyarakat, karena dia melakukannya dengan sebab taklid/ikut-ikutan.

Allah berfirman “Dan janganlah kamu menjadi seperti perempuan yang menguraikan benang yang sudah ia pintal dengan kuat menjadi cerai-berai kembali” (QS. An Nahl: 92).

Sebagian orang-orang sholeh zaman dahulu ketika ditanya tentang orang-orang yang hanya taat kepada Allah di bulan Ramadhan saja, mereka mengatakan “Mereka adalah sejelek-jelek manusia, mereka yang tidak mengenal Allah kecuali di bulan ramadhan saja”.

Sebagai penutup tulisan ini, marilah kita mengingat firman Allah “Beribadahlah engkau sampai kematian menjemputmu” (QS. Al Hijr: 99). Maka berpisahlah dengan bulan Ramadhan dan Qiyam Ramadhan dengan sebaik-baik penutup. Barang siapa yang telah berbuat kebaikan dalam bulan Ramadhan, maka hendaklah ia menyempurnakannya. Dan barangsiapa yang telah berbuat buruk di bulan ini, maka hendaknya ia bertaubat dan mengerjakan amal sholeh di hari-hari yang tersisa, karena bisa jadi bulan Ramadhan tidak kembali kembali lagi padanya setelah tahun ini, Maka tutuplah Ramadhan dengan kebaikan dan teruskanlah mengerjakan amal sholeh yang telah kita kerjakan di dalamnya di sisa-sisa bulan ini, sesungguhnya pemilik bulan ini adalah satu dan Dia mengawasi dan menyaksikan kita.

Dan Dia telah memerintahkan kita untuk taat kepadanya seumur hidup. Barang siapa yang menyembah bulan Ramadhan, sesungguhnya bulan Ramadhan telah berlalu dan hilang. Dan barang siapa yang menyembah Allah maka sesungguhnya Allah itu Maha Hidup dan tidak akan mati, maka teruskanlah beribadah kepada-Nya di setiap waktu.

Saudaraku, marilah kita bersungguh-sungguh melakukan ketaatan dan menjauhi perbuatan dosa dan kejelekan. Marilah kita berharap agar dengan hal tersebut, kita diberikan kebahagiaan yang baik di dunia dan mendapatkan pahala yang banyak di akhirat.(Hns/skw)