PERINGATAN  hari Kartini tahun 2021 GOW Kabupaten Kubu Raya dalam  mensukseskan pembangunan Kubu Raya untuk Indonesia dengan menyatukan kekuatan,  Ketua GOW Kab. Kubu Raya Ibu Atzebi Yatu Lensi Ny Sujiwo mengajak pengurus dan organisasi yang tergabung untuk ikut bersama-sama membangun Kubu Raya yang dimulai dari keluarga yaitu “Home Education” terutama di bulan Ramadhan ini yang bertepatan peringatan hari lahirnya sang pejuang perempuan untuk Indonesia. Terinspirasi semangat RA. Kartini yang selalu memikirkan tentang pendidikan perempuan, maka GOW Kabupaten Kubu Raya bersama organisasi yang tergabung mengajak masyarakat secara luas untuk memanfaatkan  waktu dengan peningkatan kwalitas amaliyah dikeluarga.

GOW Kabupaten Kubu Raya bersama-sama organisasi yang tergabung melaksanakan gerakan berbagi dengan 130 paket dan secara simbolis diserahkan kepada 10 guru ngaji tradisional. Wakil  bupati Kubu Raya Bapak Sujiwo menyampaikan sambutannya dalam peringatan hari Kartini yang dilaksanakan oleh GOW Kabupaten Kubu Raya ini yang intinya Perempuan Hebat adalah perempuan yang selalu berfikir tentang program-program yang hebat sehingga ada pepatah “Dibalik Kesuksesan seorang laki-laki ada perempuan yang hebat di belakannya” dan bapak wakil bupati Kubu Raya juga mengucapkan selamat untuk semua ibu-ibu yang hadir di ruangan ini yang mewarisi semangat Kartini.

Dikesempatan ini seminar peringatan hari Kartini yang diselenggarakan oleh GOW Kabupaten Kubu Raya dengan nara sumber Dra. H. sangadah menyampaikan bahwa jihat utama perempuan adalah di rumah, sehingga sesuai dengan tema seminar pada hari ini yaitu “Memaksimalkan Ramadhan dengan Home Education untuk Peningkatan Ketahanan Keluarga” beliau mengawali dengan perkataan imam Ali bin Tholib “Khairunnas Angfa’uhum Linnaas” sebagai perempuan yang memiliki kekuatan dan energy luar biasa sehingga mampu melaksanakan bermacam-macam amaliah yaitu di kantor, masyarakat dan terutama di rumah sebagai pondasi ketahanan keluarga melalui Home Education untuk mencapai tujuan pembangunan nasioanl yaitu pembangunan lahir dan batin. Dicontohkan dari kecerdasan dari seorang gadis jepara yang menginspirasi KH. Saleh Darat untuk menafsirkan Al Qur’an dengan bahasa jawa, sehingga orang jawa khususnya perempuan jawa juga bisa memahami Al Qur’an secara maksimal dan kita simak tulisan surat-surat Kartini:

Surat bertarikh 6 November 1899 dalam Habis Gelap Terbitlah Terang itu menandaskan betapa Kartini gundah dengan agamanya.

Berikut kutipannya: "Sebenarnya agamaku, agama Islam, hanya karena nenek moyangku beragama Islam. Manakah boleh aku cinta akan agamaku, kalau aku tiada kenal, tiada boleh mengenalnya? Quran terlalu suci, tiada boleh diterjemahkan ke dalam bahasa mana juapun. Di sini tiada orang yang tahu bahasa Arab.

Orang diajar di sini membaca Quran, tetapi yang dibacanya itu tiada ia mengerti. Pikiranku, pekerjaan gilakah pekerjaan semacam itu, orang diajar di sini membaca, tetap tidak diajarkan makna yang dibacanya itu."

Kartini, dengan jujur, menyatakan malas membaca Alquran. Dilahirkan dalam keluarga priyai, Kartini tak beroleh pengetahuan agama memadai. Namun, dasar orang haus pengetahuan, ia senantiasa ngangsu kaweruh, belajar.

Tiga tahun setelah mengirim surat tersebut--kepada Stella Zeehandelaar, pegiat feminis Belanda-- pandangan Kartini terhadap Islam berubah.

Selama ini, kata Kartini, dirinya bebal dan angkuh. Namun, ia bersyukur dalam perjalanan hidupnya bisa menemukan Tuhan.

"Betapa aman sentosanya di dalam diri kami sekarang ini, betapa terima kasihnya dan bahagianya, karena sekarang ini telah mendapat Dia; karena kini ini kami tahu, kami rasa, bahwa senantiasa ada Tuhan dekat kami, dan menjagai kami," tulisnya, 15 Agustus 1902.

Begitu mendalam penyampaian nara sumber berkaitan perjuangan RA Kartini dalam menemukan cahaya Ilahi, sehingga menjadi tokoh Emansipasi Perempuan. Jazakillah Khair.