SAMBAS – Dalam kegiatan Orientasi KIE Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan serta keterampilan bagi petugas kesehatan yang ada di tengah-tengah masyarakat dan penyuluh pernikahan baik yang di KAU,Gereja dan lintas Agama lainnya.

Peserta yang mengikuti Orientasi KIE Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin berjumlah 100 orang  yaitu dari Pengelola Program kespro Dinas Kesehatan Kabupaten. Kepala Puskesmas,Bidan/Perawat,Bidan Polindes, Dukcapil, KUA, Camat, Kades dan Lintas Agama Lainnya.kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 18 sd 20 April 2017 di Hotel Pantura Sambas.

Ketua panitia Agatarosana,S.Kep,NS,MM. menjelaskan dalam kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petugas kesehatan puskesmas dan penyuluh Pernikahan dan Lintas Sektor terkait. Agar semua petugas bisa terpapar tentang Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin dan Semua calon Pengantin mendapat nasehat perkawinan dan pengertian hak-hak reproduksi. Karena menurunkan angka kematian ibu pada saat kehamilan maupun persalinan. Bisa meningkatkan cakupan persalinan di fasilitas kesehatan dan meningkatkan pemahaman calon Pengantin tentang kesehatan reproduksi dan menurunkan angka kematian bayi dan balita.

Dengan melalui konseling pranikah bagi calon pengantin maka informasi informasi sekitar kesehatan reproduksi dan hak-hak reproduksi dapat segera di terima sehingga kekerasan dalam rumah tangga dapat di cegah sedini mungkin.

Sehubungan hal tersebut kasi Bimas Islam Drs.H.Karlan selaku pemateri juga memaparkan alur pelayanan Pernikahan bagi calon Pengantin dan Pelaksanaan kursus Calon Pengantin.yang bertujuan untuk memperhatikan alur pendaftaran dan syarat-syarat yang sudah di tentukan bagi calon pengantin. (HNK Humas_Kemenag SBS)