SAMBAS Mendapatkan pendidikan yang layak merupakan hak dari setiap anak bangsa ini dan pemerintah berkewajiban untuk memberikannya. Ini merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah.

Dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 1 berbunyi setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, kemudian pada pasal 2 nya menyatakan bahwa setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

Untuk mendapatkan pendidikan itulah pemerintah mengadakan pendidikan kesetaraan atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan paket A, B maupun C. Penyelenggara pendidikan kesetaraan atau paket ini, kalau di Dinas Pendidikan itu Kelompok Belajar Masyarakat (KBM).

Sedangkan di Kementerian Agama itu di Pontren, jelas Kepala Seksi Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah Kantor Kemenag Kab. Sambas Zulkarnain, SE di ruang kerjanya (11/05), setelah sebelumnya senin, 9 Mei 2016 melaksanakan monitoring ujian paket B di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Sijang Kec. Galing. Pelaksanaan monitoring ujian paket B ini dilaksanakan oleh Tim yang terdiri dari Seksi Pondok Pesantren Kantor Kemenag Kab. Sambas dan juga dari Kanwil Kemenag Propinsi Kalimantan Barat.

Peserta ujian paket B di PP Nurul Yaqin diikuti oleh 22 orang peserta yang terdiri dari 17 orang laki-laki dan lima orang perempuan. Ujian paket ini dilaksanakan di SMPN 3 Galing yang dimulai pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB selama tiga hari dari 9 s.d. 11 Mei 2016.

Zulkarnain lebih lanjut menjelaskan bahwa yang mata pelajaran diujiankan ada lima yakni IPA, IPS, Matekatika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Untuk di Kantor Kemenag Kab. Sambas hanya ada paket B dan alhamdulillah pelaksanaan ujian paket di Sijang dapat berlangsung sukses, papar Zulkarnain. (rdn).