SINTANG – Infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang dibangun pemerintah hendaknya dimanfaatkan masyarakat tidak hanya sebagai alat komunikasi namun lebih dari itu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Dengan dasar tersebut diatas, Kementerian Kominfo RI dan BAKT Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi bekerja sama dengan Majelis Pesantren Indonesia untuk mensosialisasikan pentingnya pemanfaatan tehnologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan turun ke -122 Kabupaten di Indonesia yang masuk dalam kategori 3T(tertinggal, terluar dan terdalam).salah satu sasarannya adalah Kabupaten Sintang

Dalam rangka upaya peningkatan pengelolaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna menunjang, pembangunan redesain Universal Service Obligation (USO).

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi atau lebih di kenal Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bekerjasama dengan Majelis Pesantren Indonesia serta Yayasan Santripreneur Indonesia, melaksanakan Sosialisasi kepada santri dan masyarakat sekitar di Pondok Pesantren Darul Ma'arif Sintang.

Bertujuan memahamkan masyarakat dan santri mengenai komunikasi dan informasi. Serta mengenalkan perkembangan teknologi informasi yang dapat membatu masyarakat dalam aktivitas sehari-hari atau untuk bekerja.

Selain itu acara tersebut dijadikan sebagai landasan dasar pembangunan teknologi informasi dan komunikasi melalui pembangunan redasian USO.Acara tersebut dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Darul Ma'arif, Rabu (7/11) mulai pukul 13.30 – 17.00 WIB. Dimulai dengan Drum Band dari Santri Darul Ma'arif serta Hadroh Mahbubul Amin. Acara sosialisasi Pemberdayaan diikuti 300 Santri Darul Ma'arif serta dihadiri Kepolisian Daerah Sintang, Perwakilan Kodim 1205 Sintang, Perwakilan Kadis Kominfo Sintang, Kemenag Sintang, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sintang Selanjutnya sambutan dari pengasuh Pondok Pesantren Kyai Slamet Arda Billy. Ia menyampaikan banyak terima kasih telah dipercaya sebagai tempat pelaksanaan sosialisasi dari Bakti Kominfo. Ia lingin ada tindak lanjut untuk kegiatan seperti ini.

Dilanjutkan sambutan dari Bupati Kabupaten Sintang, yang diwakili Asisten Perekonomian, H. Henri Harapan yang menyampaikan kalau Bupati Sintang mengapresiasi atas terlaksananya Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat mengenai Teknologi Informasi yang diadakan di Ponpes Darul Ma'arif.

Dalam sambutannya Henri menambahkan ia sendiri akan berkomunikasi lebih lanjut dengan Kominfo daerah, serta Bakti Kominfo Pusat agar peningkatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat terealisasi di Sintang.

Kemudian sosialisasi dari tiga narasumber, pertama disampaikan KH. Muhammad Nasir Masduki, SH yang mewakili KH. Ahmad Sugeng Utomo selaku Ketua Umum Majelis Pesantren Indonesia dengan materi Pesantren harus lebih kreatif serta menjadi wirausaha di era digitalisasi saat ini, pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan tehnologi informasi dan komunikasi gunan menunjang redesain USO ini dibentuk dengan Kepres untuk wilayah-wilayah yang masuk 3T. Ini perlu perhatian karena pemerintah berharap masyarakat akan memahami pembangunan infrastruktur ITE. Karena infrastruktur ITE menjadi pintu gerbang kemajuan yang berkesinambungan. Artinya, semua daerah maju dengan bersama-sama karena semua bisa mengakses dari internet. Semua bisa tahu lewat internet.

“Nah, lewat internet itu juga bagi mereka yang daerahnya tertinggal maka dia akan berlomba-lomba untuk menyeratakan diri dan mensejahterakan bersama-sama dengan bangsa-bangsa di dunia,” katanya.

Menurutnya, ketika infrastruktur itu dibangun maka perlu secara bersama-sama terlibat aktif dalam pemberdayaan. Ini karena belum semua masyarakat paham mengapa tower, BTS dan lainnya dibangun, sehingga perlu diberi pencerahan.

“Begini lho. Ini perlu dibangunkan supaya bisa tahu informasi seluruh dunia. Kedua, kesejahteraan kalian bisa meningkat. Karena kalian bisa menggunakan akses internet ini untuk memajukan perekonomian,” tandasnya.

Sebab, ketika punya produk maka bisa dijual lewat internet. Begitu juga jika punya destinasi wisata bisa diakses ke seluruh dunia dan dikunjungi orang dari luar.

Narasumber Kedua oleh KRT. Noor Wahjudi dari Yayasan Santripreneur Indonesia. Dengan tema Kewirausahaan dalam Pondok Pesantren.

Narasumber ketiga disampaikan oleh Dr. Ir. Sujadmogo. M.Sc, ia mewakili dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kominfo RI. Dengan materi Masyarakat sadar akan Teknologi Informasi. (Akil)