Jumat, 06 September 2019, 10:12 gabrielsalim

Mendung bercampur sedikit asap yang menghiasi langit Melawi menjadi saksi kisah tangis menahan sakit anak-anak MIN 02 Melawi yang sedang diimunisasi oleh petugas Kesehatan dari Puskesmas Nanga Pinoh. Para guru dengan penuh cinta merayu dan mencoba mengajak anak-anak yang takut disuntik.

Ada yang berani, ada yang takut, ada yang terpaksa dan hampir semuanya menangis. Tetapi para petugas kesehatan, para guru dan bahkan orangtua ikut mebujuk anak-anak supaya mengikuti imunisasi Rubella yang dilaksanakan di salah satu ruangan kelas MIN 02 Melawi. Imunisasi ini diikuti oleh 56 orang siswa pada hari Jumat, 06 September 2019.

Sebelum pelaksanaan imunisasi kepada anak-anak, seorang petugas dari Puskesmas Nanga Pinoh menjelaskan, Rubella, atau biasa disebut campak jerman, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus rubella. Gejala rubella yang paling utama adalah demam ringan dan bintik-bintik merah di kulit.

Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan RI 2016, ada sekitar 8.185 kasus campak Jerman di Indonesia pada tahun 2015. Rubella sering terjadi pada bayi dan anak yang belum atau tidak diimunisasi. "Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, tetapi penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin campak-rubella, alias vaksin MR. Sayangnya, masih banyak orangtua yang menolak anaknya diimunisasi karena takut akan risiko efek samping vaksin rubella yang katanya bisa menyebabkan kelumpuhan bahkan autism,“ jelasnya di hadapan para guru dan orangtua siswa MIN 02 Melawi.

Lebih lanjut petugas ini, menjelaskan, Vaksin MR adalah jenis imunisasi yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari dua penyakit sekaligus campak (Measles) dan campak Jerman (Rubella). "Sejatinya, vaksin MR merupakan bagian dari vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella), tapi di Indonesia vaksin Mumps sengaja dipisahkan dari keduanya. Hal ini dilakukan karena penyakit Mumps alias gondongan sudah jarang ditemui di kalangan masyarakat Indonesia. Vaksin MR diberikan pada semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama masa kampanye vaksinasi MR. Nantinya, tenaga kesehatan akan menyuntikan vaksin pada bagian otot lengan atas atau paha anak, “ terangnya mantap.

Sementara itu, Kepala MIN 02 Melawi Hj Siti Nurlaila, S.Ag menyampaikan, program imunisasi ini merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menyehatkan generasi masa depan bangsa. "Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Melawi dan para petugas Puskesmas Nanga Pinoh yang berkenan datang memberikan imunisasi kepada anak-anak kami di MIN 02 Melawi ini. Kegiatan ini tentu sangat mendukung program sekolah kami yang tidak hanya mempersiapkan kematangan intelektual dan spiritual anak tetapi juga kesehatan jasmani untuk mewujudkan semboyan Madrasah; Madrasah Hebat,  Madrasah bermartabat,“ ucap Hajjah Nurlaila mantap.

Berita Terbaru

Berita Terkait