Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH membuka kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang tahun 2020 dengan tema “Memaksimalkan Fungsi Media Massa Sebagai Sarana Dakwah”, bertempat di Rumah Adat Melayu (RAM) Tepak Sireh, Jl. YC. Oevang Oeray Sintang, Selasa (18/2/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat  Khaharudin, S. Ag,  Kepala Kemenag Kab. Sintang H. Anuar Akhmad, S.Ag, Ketua MUI Kab. Sintang Drs. H. Ulwan, para penyuluh agama Islam dari 14 Kecamatan di Kab. Sintang dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan bahwa penyuluh agama itu adalah ulama karena memilik tiga fungsi yakni pertama fungsi edukatif dan informatif dimana penyuluh agama itu memilik tanggung jawab untuk menyebarkan informasi yang baik, mengajak umat untuk hidup di jalan agama serta mengajak masyarakat untuk selalu berbuat baik.

Fungsi yang kedua itu namanya fungsi konsultatif, di mana bapak/ibu harus siap menerima segala konsultasi permasalah dari umat, tempat umat bertanya, misal masyarakat mau mindahkan masjid, atau mendirikan masjid, dan juga permasalah lainnya.

Fungsi lainnya, yakni fungsi advokasi. Di mana para penyuluh agama itu harus ringan tangan membantu permasalah umat yang terkait dengan hukum.

“Misal ada umat atau tempat ibadah yang tersangkut dengan hukum, ibadahnya terganggu dan permasalah lainnya di lingkungan masyarakat mengenai keagamaan,” jelas Jarot.

Oleh karena itu, dengan tiga fungsi tersebut para penyuluh agama layaknya ulama di daerahnya masing-masing, memiliki peranan sangat tinggi dan mulia. Jarot pun meminta para penyuluh agama harus berkolaborasi dengan Kantor Urusan Agama setempat, terlebih masalah umat yang kompleks, yang tidak mungkin diselesaikan sendiri.

“Bapak ibu juga harus menguasai peta dakwah, karena objek dakwah itu tergantung situasi masing-masing beda kita perlakukan, sehingga perlu adanya kolaborasi bapak ibu dengan KUA setempat,” pinta Jarot.

Selain itu, tantangan yang harus menjadi prioritas para penyuluh agama, yakni terkait Islamphobia dan radikalisme. Sehingga peran dari para penyuluh agama untuk menyampaikan Islam yang rahmatan lil alamin sangat penting.

“Tunjukan Islam itu rahmatan lil alamin, tunjukkan keberadaan Islam itu rahmat bagi semuanya. Kemudian cegah radikalisme, terlebih daerah kita ini masuk dalam kawasan perbatasan,” pesan Jarot.

Jarot juga menyarankan para penyuluh agama untuk menguasai dakwah melalui media sosial. Terlebih saat ini masuk dalam era destruksi teknologi. “Melalui Facebook, Instragram, Youtube, WhatsApp grup, kita tidak boleh ketinggalan zaman,” pungkas Jarot.

Dalam kegiatan pembinaan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Sintang, H. Anuar Akhmad, S.Ag  mengatakan tujuan dari pembinaan penyuluh agama Islam di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang tahun 2020 yakni untuk memberikan pemahaman tugas dan fungsinya sebagai penyuluh agama. Sehingga mampu bekerja dan menjalankan tugas dengan baik serta juga memahami tupoksinya.

“Tujuannya juga memberikan pengalaman dan pencerahan agar yang sudah diangkat sebagai penyuluh non-PNS ini bisa menjalankan tugas dengan baik, jangan hanya ada orang minta kita ceramah baru kita menjalankan tugas. Tapi kita sebagai penyuluh, kita lah yang menyuluhkan agama itu kepada umat, jadi kita harus siap, semangatnya harus kuat,” terang H. Anuar Akhmad.