Kamis, 05 September 2019, 16:24 welsi

Masjid telah mengalami perkembangan yang pesat, baik dalam bentuk bangunan maupun fungsi dan perannya. Hampir dapat dikatakan, dimana ada komunitas muslim di situ ada Masjid. Di samping menjadi tempat beribadah, Masjid telah menjadi sarana berkumpul, menuntut ilmu, bertukar pengalaman, pusat dakwah, kepentingan sosial dan lain sebagainya.

Melihat pentingnya pengelolaan masjid yang lebih baik dan optimal serta berasas kemaslahatan bagi ummat, Kantor Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat melalui Bidang Urusan Agama Islam (Urais dan Binsyar) menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Standar Manajemen Masjid Berbasis Tipologi Tahun 2019 bertempat di Grand Mahkota Hotel Jl. Sidas Pontianak.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Drs.H.Ridwansyah, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Masjid harus dikelola dan dimanfaatkan dengan maksimal. Tapi sayangnya masih terdapat beberapa masjid yang pengelolaannnya masih memprihatikan dan bahkan sepi ditinggalkan jamaahnya.

Karena itu, disampaikan Ridwansyah terdapat tiga aspek manajemen yakni idaroh, imaroh dan riayah.

Dengan aspek idaroh, pengelolaan masjid diatur dalam sebuah organisasi dan administrasi yang baik. Aspek imaroh, berarti pengelolaan masjid yang berkaitan dengan mengembangkan dan memberdayakan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah. Seperti misalnya, kegiatan ibadah (solat lima waktu, solat Jumat, solat Id), majelis taklim, pembinaan remaja masjid, penerbitan buletin dan pengelolaan perpustakaan.

Untuk aspek manajemen ri’ayah, para pengurus berupaya untuk memelihara, menjaga dan mengembangkan fisik dan fasilitas masjid, termasuk menjaga keamanan dan kenyamanan masjid. Seperti misalnya, menjaga kebersihan masjid, dan menjaga keamanan jamaah, baik lahir maupun batin.

“Dengan ketiga aspek itu, maka fungsi dan aktifitas masjid diharapkan  dapat berjalan dengan baik. Intinya, para pengurus berkomitmen untuk memiliki sikap dan komitmen kemasjidan, menancapkan ruhul jihad. Para pengurus pun harus rela mengorbankan waktu, tenaga serta pikiran untuk kemakmuran masjid,” tutur Pejabat yang pernah menjadi Kabid Pendidikan Madrasah ini.

Kegiatan yang diselenggarakan dari tanggal 2 – 3 September 2019 ini menghadirkan peserta berjumlah 57 (lima puluh tujuh) orang yang terdiri dari para Pengurus Masjid kabupaten/kota se Kalimantan Barat.

Berita Terbaru

Berita Terkait