MEMPAWAH: Wakaf dalam sejarah peradaban Islam telah berperan penting dalam mensejahterakan dan meningkatkan kualitas umat yang melahirkan ilmuan-ilmuan tersohor dan kemajuan ilmu pengetahuan, sehingga wakaf perlu digalisecara terus menerus agar memberikan manfaat sosial lebih banyak.

Hal ini diungkapkan oleh H. Yusman, S.Pd.I saat memberikan laporan kepanitiaan dihadapan para peserta dan sejumlah undangan pada kegiatan Pembinaan Wakaf Produktif Kemenag Kabupaten Mempawah, di Aula, Selasa (26/05/15).

Hadir sebanyak 40 orang peserta yang terdiri dari tokoh agama dan masyarakat yang tersebar dari masing-masing Kecamatan, mulai dari Kecamatan yang berdampingan dengan Bengkayang yaitu Kecamatan Sui Kunyit hingga Kecamatan berdampingan dengan Kota Pontianak yaitu Kecamatan Siantan.

pada saat ini telah terbentuk Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang dibentuk oleh oleh Pemerintah sebagai lembaga independen yang memiliki kewenangan sebagaimana manat undang-undang wakaf dalam rangka mengembangkan perwakafan nasional, sehingga kita harus mendukung dan ikut berpartisipasi dalam mensosialisasikan serta merealisasikan keberadaan badan wakaf tersebut ungkap H. Yusman disaat penyampaian laporannya.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan Pembinaan Wakaf Produktif adalah untuk menyamakan persepsi dalam pengelolaan wakaf, sehingga berdaya guna dan berhasil guna untuk membantu Pemerintah dalam pengentasan kemiskinan kushusnya di wilayah Kabupaten Mempawah, selain itu terdatanya wakaf yang akurat sesuai dengan undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006.

Panitia telah menghadirkan nara sumber yang sesuai dengan Profesi dan Keahliannya masing-masing, yaitu dari Mujahidin Pontianak H. Nurhasan, SE, yang memberikan materi khusus tentang tinjauan Wakaf Produktif menurut Syariat Islam, selain itu hadir juga perwakilan dari Instansi Badan Pertanahan Nasional yaitu Aswin, SH, yang membicarakan secara teknis tentang prosedur pengurusan tanah wakaf.

Muhammad Watib, S.HI selaku panitia menjelaskan, kegiatan ini bersumber dari DIPA Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kemenag Kabupaten Mempawah.

Kepala Subbag Tata Usaha Kamaludin saat membuka kegiatan mengajak seluruh peserta yang hadir agar menjadikan wakaf sebagai model pengembangan ekonomi alternatif di tengah kondisi ekonomi umat yang masih memprihatinkan. masyarakat pada saat ini membutuhkan pencerahan dan pemecahan konkrit ditengah derasnya tekanan ekonomi global dan mikro yang mengakibatkan meningginya pengangguran, kebodohan, dan kemiskinan, tegasnya. (rudi/mpw).