Sambas_Seleksi Nasional Penerimaan Peserta Didik Baru (SNPDB) bagi sebuah satuan pendidikan  adalah kegiatan yang amat penting dan mempunyai nilai strategis untuk menjaring calon peserta didik yang berpotensi.  Demikian halnya bagi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Sambas Kalimantan Barat, proses SNPDB dijadikan sarana untuk menjaring calon  peserta didik yang berpotensi ditinjau dari sisi akademik, kepribadian, keimanan, dan kesehatan, sehingga diharapkan dapat mengikuti pendidikan secara optimal  di madrasah dengan sistem berasrama.(07/01)

Mursidin menjelaskan MAN Insan Cendekia Sambas merupakan salah satu contoh madrasah unggulan yang berbasis asrama di Kalimantan Barat. Didirikannya MAN Insan Cendekia Sambas ini di maksudkan untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dalam bidang Keimanan dan Ketakwaan (IMTAK), menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Serta mempunyai wawasan keislaman dan kebangsaan yang baik dan mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Diharapkan juga adanya MAN Insan Cendekia Sambas  dapat menjadi contoh maupun inspirasi bagi madrasah-madarasah lainnya.

“Saat ini terdapat 23 lokasi MAN Insan Cendekia di seluruh Indonesia. Dari 23 MAN IC, total daya tampung siswa yang bisa diterima berjumlah 2.236, putra dan putri, Khusus untuk MAN Insan Cendekia Sambas Kalimantan Barat  tahun pelajaran 2021/2022 menerim 48 Putra dn 48 Putri” jelasnya.

Untuk  proses pendaftaran, Mursidin mengatakan pendaftaran dimlai tnggal 11 Januari – 11 Februari 2021 melalui link http://manicsambas.sch.id dan https://emadrasah.kemenag.go.id/snpdb2021/ setiap calon siswa hanya dapat memilih 2 lokasi MAN IC saja. Dia berpesan agar para siswa dapat cermat menentukan pilihannya terlebih pada pilihan madrasah dengan jumlah pendaftar yang banyak. “Setiap calon siswa harus menentukan jurusan dari saat pendaftaran,” pesannya.

Untuk penjaringan Siswa melalu bebrapa tes seperti :  tes bakat skolastik peserta didik yang berupa kemampuan verbal, kemampuan kuantitatif/numerik, kemampuan logika/penalaran, dan kepribadian. Tak hanya itu, tes akademik juga dilakukan yang meliputi bidang studi Matematika, IPA (Fisika dan Biologi), Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Arab ( ded/ic)