Pembinaan Penyuluh Agama Islam, "Pengarusutamaan Moderasi dan Wawasan Kebangsaan" di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sekadau, Jumat (19/3/2021).

Pembinaan berlangsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dihadiri Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Waakaf (Kabid Penais Zawa) Kanwil Kemenag Kalbar Kaharudin, S.Ag, Kepala Kemenag Sekadau H.Tengku Indra Kusuma, S.Pd.I,M.SI, Kasubbag TU Muslimun, S.Ag, Kasi Bimas Islam Bukhari, S.Sos.I dan Penyuluh Agama Islam sekabupaten Sekadau.

Ka.Kemenag Sekadau H.Tengku Indra Kusuma mengatakan melalui kegiatan ini diharapkan dapat mengoptimalisasi tugas dan fungsi penyuluh Agama Islam. Bahwa Agama itu pada akhirnya adalah akhlak dan menuntut orang supaya selalu berperilaku baik, maka hal terkait moderasi beragama itu harus dibiasakan,” tuturnya.

H.Tengku Indra Kusuma menambahkan, moderasi beragama bermaksud untuk mencegah potensi-potensi yang mengancam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. Terkait hal ini, ia menegaskan bahwa bukan agama yang sesungguhnya dimoderasikan, melainkan pemahaman dan pengamalan manusia dalam beragama.

Berikutnya Penyuluh Agama Islam merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam melaksanakan penerangan agama Islam di tengah-tengah masyarakat dapat menjalankan peran strategisnya secara maksimal dalam melakukan kegiatan bimbingan atau penyuluhan agama Islam.

Penyuluh agama harus dapat melakukan pembinaan dan penyuluhan agama kepada masyarakat dalam rangka penguatan moderasi beragama. Pengarusutamaan moderasi beragama melalui dakwah, menjadi sangat penting dalam menjaga keutuhan, kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa negara Indonesia."Moderasi beragama harus dikembangkan dari tingkat paling bawah melalui para penyuluh agama,"ujarnya.

Kasi Bimas Islam Kemenag Sekadau Bukhari, S.Sos.I mengungkapkan kegiatan Pengarusutamaan Moderasi dan Wawasan Kebangsaan bermaksud meningkatkan kemampuan, wawasan bagi Penyuluh tentang Moderasi Beragama dan meningkatnya Wawasan Kebangsaan bagi para Penyuluh.

Para penyuluh juga harus ikut peduli dalam penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di tempat bimbingan penyuluhannya. “Kemudian harus melakukan sinergi dengan pihak terkait dalam melakukan bimbingan penyuluhan dan pencegahan penularan Covid-19,” imbuhnya. (Andre)