Rabu, 28 Juli 2021 tepatnya di Ruang Studio Pondok Al-Adabiy, Jl. Danau Sentarum, Gg. Matraman No. A. 1 Pontianak, pimpinan pondok, K. H. Muhammad Azman Alka, M. Ag memberikan sedikit pengetahuan tentang aqiqah dan membahas persoalan- persoalan tentang aqiqah melalui rekaman video yang berdurasi pendek yang akan diunggah melalui media sosial, karena aqiqah ini sangat dianjurkan setiap orang untuk bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang di perolehnya berupa karunia anak baik laki-laki maupun perempuan. Rekaman ini sangat tepat dilakukan oleh ustadz Muhammad Azman, karena masih dalam suasana Covid- 19 yang begitu meningkat dan masih dalam suasana PPKM. Masyarakat muslim perlu mengetahui khususnya orang tua yang hendak menunaikan aqiqah.

Seorang Penyuluh Agama Islam di Kota Pontianak, sudah menjadi kewajiban Ustadz Azman untuk menjelaskan mengenai aqiqah. Aqiqah adalah menyembelih hewan, yaitu kambing dan tidak bisa diganti dengan yang lain  serta penyembelihannya dilaksanakan pada hari ke tujuh atau hari lainnya. Kemudian batas dari penyebelihan tersebut yaitu sampai aqil baligh dan penyembelihan kambing dilakukan karena lahirnya seorang anak. 

Dalam penyembelihan hewan tidak boleh dilakukan sebelum hari ke tujuh, jika ada anak yang meninggal sebelum hari ketujuh, maka anak tersebut tidak ada lagi perintah aqiqah atau gugur kesunnahannya, dan aqiqah ini diperintahkan untuk orang tuanya yang melakukan. Sedangkan hukum dari aqiqah ini adalah sunnah muakkadah (sunah yang di kuatkan). Ustadz Azman juga menjelaskan apabila sampai aqil baligh belum diaqiqahkan oleh orang tuanya maka boleh mengaqiqahkan diri sendiri batasnya sampai sebelum meninggal dunia. Sedangkan sebelum aqil baligh itu adalah tanggung jawab dari orang tuanya. 

Ustadz Azman  mengatakan,"Aqiqah untuk anak laki-laki adalah 2 ekor kambing dan perempuan 1 ekor kambing". 

Banyak terjadi persoalan di masyarakat,  seperti ada yang bertanya apakah boleh aqiqah untuk anak laki-laki itu di cicil, maksudnya disembelih satu ekor dulu, ketika sudah punya uang baru dilakukan satu ekor lagi? Ustadz Azman  menjawab," Itu diperbolehkan, bahkan kalau tidak bisa sama sekali dua satu pun cukup". Kemudian ada juga yang bertanya lagi bolehkah daging aqiqah dicampur dengan makanan untuk acara? Ustadz Azman mengatakan," boleh saja, asal jangan ada yang memberikan uang pada saat tamu  datang di acara tersebut  disebabkan karena menghadiri undangan aqiqah tersebut, jika terjadi maka aqiqahnya tidak sah atau batal, sebab ada unsur balas jasa.

Akhir penyampaian tentang aqiqah ini, ustadz Azman berharap, mudah-mudahan penyampaian ini bermanfaat dan tidak ada lagi yang berselisih pendapat mengenai penyelenggaraan aqiqah ini. (Azman Alka)