Kamis, 05 September 2019, 14:17 agusdian

Kepala KUA Kecamatan Pontianak Kota, H Muslimin, S. Ag Memberikan Materi tentang Penguatan Rumah Tangga pada Ibu-ibu di kampung KB Kelurahan Mariana pada hari ini Kamis Tanggal 05 Agustus 2019.  

Pada Penyampaian materinya beliau mengatakan, kadang dalam menapaki sebuah pernikahan, sepasang suami istri hanya mengandalkan rasa cinta yang mendera di awal suatu hubungan, tanpa berpikir matang/mengerti bahwa mempertahankan rasa cinta itu membutuhkan kerja keras dan pengorbanan. Apabila pilar-pilar dalan rumah tangga tidak dibangun dengan kuat, maka rasa cinta akan pergi dan rumah tangga bisa hancur berantakan. Mempertahankan keutuhan sebuah rumah tangga sampai ajal memisahkan adalah cita-cita sebagian besar orang. Tetapi hal ini tidaklah mudah. Sejalan dengan waktu, Badai dalam biduk rumah tangga akan selalu menerpa. Oleh karena itu diperlukan pilar-pilar yang kuat supaya rumah tangga tidak porak poranda.

1. KOMUNIKASI & KEPERCAYAAN

Kejujuran dan keterbukaan dalam berkomunikasi akan membangun kepercayaan dan rasa aman dalam pernikahan sehingga terhindar dari perselisihan. Pasangan harus terbuka dengan apa yang dipikirkan dan tidak memendam suatu masalah dalam waktu yang lama. Jangan berharap pasangan bisa otomatis selalu tahu apa yang kita rasakan/butuhkan. Jangan sampai terjadi pelampiasan-pelampiasan kekesalan/amarah yang tidak perlu. Libatkan pasangan dalam aktifitas kita dan diperkenalkan dengan komunitas kita. Sehingga saat pasangan diajak ngobrol akan lebih nyambung. Mungkin bisa memberikan masukan-masukan bermanfaat tentang teman dan aktifitas kita. Akan lebih baik apabila kita bisa secara intuitif memahami/merespon kebutuhan fisik & emosional pasangan. Dibiasakan secara rutin berbicara dari hati ke hati, berusaha terus belajar tentang perasaan pasangan, apa saja yang dia suka atau tidak. Hal ini akan membuat nyaman situasi rumah tangga. Kelancaran dalam berkomunikasi juga termasuk mematikan HP saat ngobrol berduaan dengan pasangan. Sikap ini menunjukkan menjaga perasaan, memberi penghargaan dan prioritas terhadap pasangan. Pasangan sebaiknya meluangkan waktu berharga berdua, seperti ngobrol berdua, mengerjakan kegiatan/hobi yang sama dan mengalokasikan dana untuk bisa menonton bersama/berlibur berdua. Hal ini utk mengembalikan kemesraan dan refreshing dari kesibukan sehari-hari yang kadangkala terasa menjenuhkan.

2.PERHATIAN & PERLINDUNGAN/TANGGUNG JAWAB

Bantuan dari hal-hal kecil sehari-hari seperti membantu mencari/membawa barang-barang, urusan domestik mencuci piring/mengasuh anak, sampai menemani saat pasangan sakit/saat mengalami masalah besar akan menunjukkan perhatian/kepedulian dan membawa pengaruh sangat besar dalam menentukan keharmonisan keluarga. Juga kita harus menjadikan pasangan sebagai tempat mengadu dan mencari perlindungan. Seyogyanya seorang suami sebagai kepala keluarga, mampu melindungi dan bertanggung jawab memenuhi kebutuhan istri secara lahir dan batin. Jangan sampai gara-gara suaminya cuek dengan kebutuhan dan permasalahan di rumah, istrinya malah curhat keluar atau banting tulang mencari nafkah sehingga anak-anak kurang mendapatkan perhatian. Ini akan menimbulkan dampak yang tidak bagus.

3. PENGHORMATAN & PENGHARGAAN

Keinginan dihargai adalah hal yang manusiawi. Jangan lupa mengucapkan terimakasih/pujian utk hal-hal yang dilakukan pasangan saat membantu/menyenangkan kita. Hal ini akan membangkitkan semangat dan membesarkan hati. Jangan sampai orang lain yang lebih aktif memuji pasangan dari pada kita. Baca juga:   Resmi Bercerai, Dua Momen Mengharukan Ahok Tanpa Veronica... Tetap menjaga penampilan yang menarik juga termasuk menghargai pasangan. Misal kita ke sebuat pesta resmi, tapi memakai celana pendek itu sama saja dengan tidak menghormati tuan rumahnya. Demikian juga saat kita di rumah, jangan sampai memakai pakaian dekil, tidak menjaga kebersihan/bau badan yang bisa mengganggu pasangan. Penghormatan juga termasuk kekompakan saat mengambil keputusan. Jangan sampai Ibu melarang, Ayah memperbolehkan. Sebisa mungkin menjaga diri/sikap di luar karena akan membawa nama pasangan. Juga tidak menjelek-jelekkan/membicarakan kekurangan pasangan kepada orang lain. Kecuali untuk kasus KDRT, kita harus berani mengadu ke orang yang kompeten.

4. KASIH SAYANG  

Ungkapan rasa kasih sayang dan perhatian dalam berbagai bentuk. Bisa berupa sentuhan, kata-kata mesra, pujian-pujian ataupun hadiah-hadiah. Sebagai contoh; Tatapan penuh cinta, bergandengan tangan, usapan di punggung, dekapan mesra dan saling menelpon yang dilakukan setiap hari akan menjadi bumbu yang menambah manis hubungan dengan pasangan. Kurangnya kasih sayang dari pasangan, bisa menjadi celah masuknya perhatian orang lain yang berujung ke perselingkuhan. Pada tingkat tertentu, semua manusia normal punya libido/kebutuhan jasmani dan rohani. sebagai sarana untuk berhubungan secara intim dengan orang yang anda cintai demi mempertahankan perkawinan. Jadi berhubungan intim menjadi sarana untuk menyatukan jiwa sepasang manusia, bukan sekedar pelampiasan nafsu semata dengan istri sebagai obyeknya. Untuk itu, jika muncul hasrat seks orientasinya hanya pasangan yang bisa memadamkannya. sebagai suami istri hendaknya bersama-sama berusaha untuk saling memahami dan memenuhi kebutuhan seksual pasangannya. Perlu diperhatikan, seks dan kesetiaan merupakan hal yang kritikal dalam pernikahan. Sering kali pernikahan hancur karena adanya perselingkuhan yang sudah melibatkan hubungan seksual di luar pernikahan.

5. EKONOMI / KEUANGAN 

Tidak bisa dipungkiri, kebutuhan Ekonomi seringkali menjadi faktor pemicu pertengkaran dalam rumah tangga. Dalam hal keuangan, pasangan harus jujur terbuka sejak awal, lebih baik lagi dibicarakan sebelum menikah. Susun target/cita-cita keuangan bersama yang hendak dicapai. Misal, arus cash flow nya bagaimana, siapa pemberi nafkah utama di keluarga, kapan bisa beli rumah, jumlah anak, pensiun, dan lain lain. Dengan begitu,pasangan bisa mempunyai harapan, fokus dengan target dan saling mengingatkan apabila ada penyimpangan anggaran yang tidak sejalan dengan cita-cita / impian bersama.

6. KESETIAAN & PRIORITAS/DUKUNGAN

Dalam menghadapi situasi apapun, pasangan harus berusaha mendukung dan setia terhadap pasangannya. Untuk itu keputusan yang diambil harus memprioritaskan pasangan sebagai orang terpenting yang harapannya akan setia menemani sampai maut memisahkan. Kesetiaan juga akan menjadikan sebuah rumah tangga menjadi kuat menghadapi berbagai cobaan/penderitaan. Akan tetapi kadang dalam pernikahan, seseorang lebih memprioritaskan anaknya/orangtuanya/saudaranya/teman-temannya /pekerjaannya/kesenangan pribadinya daripada pasangannya dalam mengambil keputusan dan membagi waktu. Hal ini kadang tanpa disadari akan menyebabkan renggangnya hubungan sebuah pasangan. Hilangnya kesetiaan biasanya akan menggerogoti pilar-pilar penting lainnya & menghancurkan keutuhan rumah tangga secara cepat.

7. AGAMA

Pemahaman agama bisa dikatakan penting karena akan membentengi sebuah keluarga oleh pengaruh buruk dari luar dan memberi rasa takut akan perbuatan dosa seperti zinah diluar nikah, perceraian, dan lain-lain. Melakukan kegiatan keagamaan bersama-sama juga menanamkan nilai-nilai positif dalam keluarga. Akan tetapi, pemahaman yang keliru seperti seorang suami yang memaksakan diri untuk melakukan poligami dengan dalih mengamalkan ajaran agama. Apabila istri tidak setuju, bisa berpotensi menjadi penyebab perceraian seperti kasus salah satu pemuka agama di Indonesia. Demikianlah pemaparan tentang 7 pilar penting dalam rumah tangga. Apabila bisa dijalankan, Insya Allah akan menjaga supaya rasa cinta tidak pergi meninggalkan rumah tangga kita.