SAMBAS – Diklat Penyuluh Agama PNS dan Non PNS yang di gelar Balai Diklat Keagamaan Jakarta secara resmi dinyatakan ditutup, kamis (13/04). Kepala Kantor H.M.Asmar,S.Pd,I saat menutup Diklat mengucapkan terima kasih kepada panitia dari balai diklat dan kepada peserta yang telah bersungguh-sungguh mengikuti diklat penyuluh agama PNS dan Non PNS.

Mudah-mudahan apa yang didapat dari diklat dapat di terapkan di lingkungan masing-masing. Meskipun pelaksanaan hanya 4 hari namun ini merupakan modal awal para peserta untuk menambah ilmu. Pembekalan ini penting bagi penyuluh sebagai pengayom di masyarakat. "Bagi peserta jadilah penyuluh yang hebat, mengingat tantangan dari aspek manapun penyuluh memiliki sasaran lapisan masyarakat yang sangat luas, semoga tahun depannya tetap di adakan diklat penyuluhan agama di kabupaten sambas," ujar H.M. Asmar

Ketua Panitia H.Nurhayanto,BSC,SH,MH menyatakan 40 Peserta yang mengikuti diklat telah lulus semua, terima kasih kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas yang telah bersedia memfasilitasi pelaksanaan diklat Penyuluhan Agama, beberapa pola diklat memiliki beraneka pelaksanaannya. Dalam rangka memenuhi pelaksanaan diklat semua peserta bisa menerapkan ke masyarakat yang ada di daerahnya masing-masing karena Penyuluh Agama merupakan asset Kementerian Agama dalam pembinaan umat di masyarakat, sehingga diharapkan dapat membawa kehidupan beragama yang sejuk, damai dan kondusif.

Banyaknya sikap intoleran, konflik yang membawa agama, isu rasialis, isu kedaerahan, yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kementerian Agama mempunyai garda terdepan yaitu Penyuluh Agama untuk membina kehidupan bermasyarakat yang baik sehingga terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama, rukun dan cerdas.(HNK Humas_Kemenag SBS).