SINGKAWANG. Jum’at (14/7), bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Keagamaan Jakarta melakukan penutupan Kegiatan Diklat Teknis Substantif Metodologi Pembelajaran bagi Guru Madrasah Negeri dan Swasta di Kota Singkawang.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari ini dimulai dari tanggal 10 sampai dengan 14 Juli 2017. Kegiatan diklat diikuti oleh 40 orang peserta diklat yang terdiri dari guru Madrasah Negeri dan Swasta tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) yang ada di Kota Singkawang.

Acara penutupan yang dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang Drs. H. Nahruji, M.Si dan Kasubbag TU Kemenag Kota Singkawang H. Azhari, M.Si dan ditutup secara resmi oleh Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia Dr. H. Rohmat Mulyana Sapdi, M.Pd.

Ketua Panitia diklat H.Mulyadi, S.Pd dalam laporannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang yang telah memfasilitasi kegiatan Diklat Teknis Substantif Metodologi Pembelajaran bagi Guru Madrasah dan semua pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan sehingga dapat terselenggara dengan lancar dan sukses. Ia juga menyampaikan selama pelaksanaan diklat dilakukan evaluasi terhadap peserta yang meliputi hasil penilaian produk dan penilaian sikap. Adapun penilaian sikap ini mencakup perilaku, disiplin, kehadiran, prakarsa, kerja sama dan partisipasi selama pelaksanaan diklat. Kembali disampaikan Mulyadi, seluruh peserta Diklat Teknis Substantif Metodologi Pembelajaran bagi Guru Madrasah ini dinyatakan lulus semua.

Sementara itu, Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Dr. H. Rohmat Mulyana Sapdi, M.Pd dalam sambutannya sekaligus menutup kegiatan diklat juga menyampaikan ucapan terima kasih panitia maupun peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan diklat dapat dilakukan dengan dua cara yaitu yang pertama, dengan mengundang peserta untuk mengikuti diklat di Balai Diklat Jakarta dan yang kedua, dengan cara panitia yang mengunjungi tempat peserta diklat seperti yang dilaksanakan di kota Singkawang ini.

Pada kesempatan itu, Rohmat juga menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap tugas seorang guru. Hal ini dikarenakan guru sebagai ujung tombak pendidikan yang akan menentukan warna dan kualitas pendidikan. Untuk itu ia berharap dengan terselenggaranya diklat ini dapat meningkatkan kompetensi guru madrasah seperti meningkatnya pengetahuan, keahlian dan keterampilan guru dalam proses pembelajaran sehingga dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai tenaga pendidik yang profesional dan bisa menerapkan ilmu yang didapat pada madrasah masing-masing. (Jk/hms)