Seksi Pendidikan Islam pada pelaksana pontren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya menggelar Rapat Koordinasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016, pada hari Selasa, 05 April 2016, bertempat di Hotel Gardenia Jalan Ahmad Yani Pontianak. Acara kegiatan dimulai pada pukul 08.00 wib.

Kegiatan Rakor dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya, H. Mudjazie Bermawie, yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Tomina, dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang dibawakan oleh Indah Waluyaningrum, SE.

Selanjutnya laporan dari ketua panitia kegiatan rakor yang disampaikan oleh H. Mujib, S.Ag, M.Si, sebagai Kasi Pendidikan Islam Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya. Dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan rakor ini dilaksanakan berdasarkan DIPA Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya Tahun 2016, yang di ikuti oleh 26 peserta dari Pimpinan dan Bendahara Pondok Pesantren yang ada di kabupaten kubu raya.

Kegiatan rakor ini bertujuan agar dana BOS yang diberikan oleh pemerintah melalui DIPA Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kab. Kubu Raya yang merupakan tanggung jawab kami sebagai PPK untuk memberikan dana BOS kepada pondok pesantren diharapkan tepat waktu, tepat guna dan tepat sasaran. Peserta Rakor diharapkan mengikuti kegiatan ini sampai selesai untuk mendapat materi tentang pengelolaan BOS sesuai teknis terbaru tahun 2016 oleh narasumber dari Kanwil Kemenag Prov. Kalbar, yang akan disampaikan oleh Parlindungan, SE, M.Si.

Kami mengharapkan kepada pimpinan pondok pesantren dan bendahara, untuk melengkapi persyaratan-persyaratan dalam mengajukan dana BOS sesuai dengan data jumlah siswa atau santri yang ada di pondok pesantren dan diserahkan ke Kemenag Kubu Raya, agar dana BOS bisa segera dicairkan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang sudah ada. Ucap, H. Mujib, S.Ag, M.Si.

Dalam sambutan dari kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya, H.Mudjazie Bermawie, menyampaikan bahwa BOS merupakan bagian tugas keseharian, karena merupakan bagian dari pondok pesantren yang kewajiban kita untuk mengurusnya.

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah, gunanya untuk membantu setiap siswa atau santri, artinya bantuannya bisa banyak, bisa sedikit bila ada, bisa tidak ada, karenanya pondok pesantren jangan lengah, jangan bergantung pada BOS, ketika BOS tidak ada, maka pondok pesantren harus memiliki sumber dana yang dapat mempertahankan kelangsungan kehidupan santri atau siswa pada pondok pesantren tersebut. Ucap, H. Mudjazie Bermawie.

Pondok pesantren dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sampai ke tujuannya, minimal ada 3 (tiga) ciri-ciri pondok pesantren, yakni pondok pesantren terletak berada diatas keikhlasan, kesederhanaaan dan kemandirian.

Pondok pesantren juga harus serasi dengan kebijakan pemerintah, yang mempunyai aturan yang mengatur kemaslahatan, salah satunya dana BOS yang kita terima dan kita pertanggungjawabkan atas pemberian bantuan dari pemerintah.

Materi kegiatan rakor di sampaikan oleh Parlindungan, SE, M.Si, narasumber Perwakilan dari Seksi Ponpes Bidang Pakis Kanwil Kemenag Prov. Kalbar. Acara pembukaaan kegiatan ini ditutup dengan doa yang disampaikan oleh Abdurrahim (Selasa, 05/04/2016). (Ahadian / KKR)