Nanga Pinoh – Salah seorang Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS Kementrian Agama Kabupaten Melawi, Ali Ansori memberikan materi Bimbingan dan Penyuluhan pada salah satu majelis taklim binaannya di Desa Kenual Kecamatan Nanga Pinoh.

Materi bimbingan dan penyuluhan disampaikan dengan metode Tausiyah singkat. Materi yang disampaikan memiliki pesan yang begitu bermakna. Dalam kesempatakan itu Ali Ansori mengutip sebuah nasihat dari salah seorang Ulama Muslim sekaligus Cendikiawan Irak, yang cukup ternama pada era tabi’in yaitu, Imam Hasan Al-Basri.

Nasihat yang disampaikan yakni mengenai “Penyebab Kerusakan Hati Seseorang”. Menurut Ali Ansori Imam Hasan Al-Basri pernah menyebutkan, ada enam penyebab kerusakan hati. Pertama, Sengaja berbuat dosa berharap nanti bisa taubat. Kedua, penyebab kerusakan hati sehingga hati kita tidak mampu memberikan penerangan kepada siapapun yaitu, belajar tapi tidak mau melaksanakan. Ketiga, Beramal namun tidak ikhlas. Keempat, Memakan rezeki Allah SWT namun tidak mau bersyukur. Kelima, tidak ridha dengan pemberian Allah SWT. Dan Keenam, menguburkan jenazah namun tidak mau mengambil pelajaran darinya.

“Melihat dari urgensi kandungan pesan pada nasihat yang disampaikan oleh Imam Hasan Al-Basri tentang betapa pentingnya menjaga hati. Maka hendaknya setiap muslim dan muslimah harus bisa menjaga hatinya, sebab hati sejatinya adalah raja, segala hal yang dilakukan oleh tubuh dan fisik kita, semua tergantung bagaimana hati mengendalikannya. Jika hatinya baik, maka akan baik pula amal dan perbuatannya. Sebaliknya jika hatinya rusak, maka akan buruk pulalah amal perbuatan kita.”, papar Ali Ansori

Menutup tausiyahnya, Ali Ansori mengutip hadist, Riwayat Imam Bukhori no.52 dan Muslim no.1599. yang artinya : “ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging, jika ia baik, maka akan baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pulalah seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung”. (By. Ika Kurnia Sari)