Penyusunan Pagu indikatif tahun 2021, rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh Ditjen Bimas Buddha. Penyusunan pagu dilaksanakan sebanyak dua kali, Pertama pagu indikatif yang kemarin penyusunannya dilakukan di Kabupaten Kubu Raya pada 23-24 Juli 2020. Penyelenggara Buddha Kemenag Sekadau Suryadi, SE di temui di ruang kerjanya, Rabu (29/7) menuturkan berhubung tahun 2020 ini ada covid-19 maka penyusunan pagu indikatif tingkat nasional khususnya untuk Bimas buddha dilakukan secara online. Masing-masing satuan kerja melakukan penyusunan di daerahnya.

Untuk memudahkan komunikasi dan pembagian anggaran tahun 2021, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Kalbar berinisiatif agar penyusunan pagu indikatif dilakukan bersama-sama. Hal itu untuk mempermudah didalam pengalokasiannya. Maka ditetapkan penyusunan pagu selama 3 hari di Hotel Gardenia resort Kabupaten Kubu Raya.

Mengenai pelaksanaan sementara hanya fokus di penyusunan pagu indikatif 2021, menginggat waktu yang tidak mencukupi maka untuk RAB dan TOR menyusul dengan pekerjaan dilakukan di Kabupaten masing-masing.  Kemudian data dukung seperti profosal menyusul karena memang waktu sangat terbatas, dan juga kondisi yang tidak memungkinkan karena adanya covid-19,”Kata Suryadi.

Meskipun tidak dilaksanakan secara nasional Suryadi berharap hasil yang dicapai bisa maksimal. “Semoga penyusunan pagu indikatif bisa maksimal walaupun tidak dilakukan secara nasional, Anggaran bisa terbagi dengan proposional dan bisa mengakomodir keinginan masyarakat, umat khususnya soal bantuan operasional Sekolah Minggu Buddha (SMB), bantuan sarana prasarana tempat ibadah,” harapnya.

Suryadi menambahkan bantuan operasional memang sangat diperlukan bagi kelangsungan pendidikan khususnya pendidikan keagamaan. Karena di Kabupaten Sekadau belum ada guru agama Buddha sehingga diprioritasnya untuk operasionalnya dianggarkan setiap tahun.

Kemudian untuk mendukung program prioritas nasional yaitu tentang tempat ibadah yang sehat dan bersih pihaknya juga berupaya, agar setiap tahunnya bisa mengalokasikan bantuan sarana penunjang agar tempat ibadah bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya yaitu bersih dan sehat.

“Mudah-mudahan tugas sebagai aparatur sipil negara, kita bisa memberikan pelayanan kepada umat, sehingga beribadah di tempat ibadah bisa nyaman dan aman,”tandasnya. (Andre)