SINGKAWANG. Lantunan kalimat talbiyah membahana, mengiringi pelaksanaan latihan manasik haji sekitar 1000 orang santri-santriwati pondok pesantren ushuluddin dari tingkat Raudhatul Athfal (TK), Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah pada Kamis (15/09) pagi di halaman pondok pesantren ushuluddin Singkawang.Kegiatan latihan manasik haji layaknya prosesi ibadah hajidi tanah suci Mekkah berlangsung dalam suasana meriah dalam rangka memeriahkan hari raya Idhul Adha 1437 H.

Para santri-santriwati tampak bersemangat mengikutilatihan manasik haji, dengan mengucapkan talbiyah 'labaikallahumma labbaik'. Prosesi latihan manasik dimulai dengan latihan melaksanakan wukuf di Arafah. Salah seorang santri pun diberikan tugas untuk menyampaikan khotbah wukuf. Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan mabit di Muzdalifah mengambil batu untuk melempar jumrah, kemudian menuju Mina untuk melempar jumrah Ula, Wustha dan Aqabah. Setelah itu dilanjutkan dengan melaksanakan Tawaf sebanyak tujuh kali mengelilingi Kabah. Setelah tawaf kemudian dilanjutkan Sai antara bukit Shafa dan bukit Marwah sebanyak tujuh kali putaran, dan terakhir dilanjutkan dengan tahallul (memotong rambut).

Dengan dibimbing para ustadz dan ustadzah para santri-santriwati diberikan bimbingan dan penjelasan terkait dengan latihan manasik haji dan doa yang dilantunkan di setiap tempat yang menjadi rukun dan syarat haji. Layaknya ibadah haji sungguhan, mereka pun dibimbing untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji. Beberapa lokasi di pesantren dijadikan seolah-olah padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu juga ada miniatur Kabah, bukit Shafa dan Marwah serta jumrah Ula, Wustha dan Aqabah yang telah disiapkan.

Pimpinan Pontren Ushuluddin H.B Rasnie, BA menjelaskan kegiatan latihan manasik haji ini dilaksanakan agar santri-santriwati merasakan suasana seperti di tanah suci. Kita ingin membawa anak-anak dalam suasana menjalankan ibadah haji seperti di Mekkah, ujarnya. Dia menjelaskan, kegiatan ini dilakukan sebagai ajang pembelajaran langsung kepada santri-santriwati. Sebab selama ini, mereka baru sebatas mengetahui dari teori tentang ibadah haji di dalam kelas. "Kita ingin memperkenalkan anak-anak agar faham tentang rukun Islam ke-5, yakni haji,ujarnya.

Kasi Pendidikan Islam Kantor Kemenag Kota Singkawang Arnadi, yang hadir menyaksikan kegiatan tersebut mengatakan, bahwa kegiatan latihan manasikhaji ini adalah kegiatan yang sangat positif untuk santri-santriwati. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi peningkatan kualitas peserta didik dalam memahami proses pelaksanaan ibadah haji melalui latihan manasik haji. "Semoga saja hari ini mereka latihan manasik kecil, besok (ke depan) semoga mereka bisa dapat fadlilah hajinya, dengan menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah," jelasnya. (Miftah).