SINGKAWANG. Pondok Pesantren Ushuluddin Singkawang kembali memperingati miladnya yang ke 42 sekaligus pelepasan santri-santriwati kelas IX MTs serta wisuda santri-santriwati kelas XII Aliyah ushuluddin pada Sabtu (21/5) di Pontren Ushuluddin Singkawang.

Dalam peringatan milad pondok pesantren yang berdiri pada 20 Mei 1974 ini hadir Wakil Walikota Singkawang Abdul Muthalib, Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang Jawani. Selain itu hadir juga Wakil Bupati Sambas Pabali Musa dan Bupati Sambas Terpilih Atbah Romin Suhaili dalam kapasitasnya sebagai alumni pontren ushuluddin.

Pimpinan Pondok Pesantren Ushuluddin KH.Bujang Rasnie mengungkapkan perayaan milad ini merupakan ungkapan syukur atas berdirinya pondok pesantren ushuluddin di Singkawang. Kita wajib bersyukur kepada Allah swt, bahwa perjalanan waktu 42 tahun telah mengantarkan kita pada kondisi pondok pesantren seperti sekarang. Tidak terbayangkan oleh kami pada awal-awal berdirinya pesantren ushuluddin ini seperti yang bapak-ibu lihat saat ini, ucapnya.

KH.Bujang Rasnie pun mengungkapkan bahwa berdirinya pesantren ushuluddin ini tidak lepas dari prakarsa almarhum bapak Drs.H.A Malik (mantan Kandepag Kabupaten Sambas dan Ka.Kanwil Depag propinsi Kalimantan Barat), Mustafa Maaruf, Umar Anshari, dan tokoh-tokoh yang lainnya. Sampai saat ini Alhamdulillah kami para pendiri yang dipanjangkan umur, masih tersisa empat orang, sebutnya.

Pada kesempatan tersebut KH Bujang Rasnie mengajak seluruh hadirin yang hadir untuk berdoa dan mengirimkan surah Al-fatihah kepada para pendiri, dan orang-orang yang telah berjasa dalam pendirian pondok pesantren ushuluddin.

Kepada para santri-santriwati kelas IX MTs dan XII Aliyah KH. Bujang Rasnie berpesan untuk mengamalkan ilmunya, dan untuk selalu menghormati orangtua dan para gurunya. Kepada santri-santriwati kelas IX MTs, untuk dapat kembali melanjutkan ke Madrasah Aliyah Ushuluddin, kepada santri-santriwati kelas XII Aliyah untuk dapat melanjutkan pendidikannya lagi ke perguruan tinggi, harapnya. (Miftah).