SAMBAS - Pembangunan SDM yang unggul dan menguasai teknologi jika tanpa dilandasi oleh iman dan taqwa, tidak akan berjalan seimbang. Kita sangat prihatin melihat kenyataan bahwa di satu pihak Pendidikan Diniyah sangat di perlukan, namun dipihak yang lain dukungan dari berbagai kalangan terhadap penyelenggaraan Diniyah di rasakan masih sangat kurang, sehingga aktivitas pembelajaran dan mutunya masih jauh dari apa yang diharapkan, ungkap H. Asnan Ketua Panitia Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah (PORSADIN) Kabupaten Sambas yang pertama kali diadakan di Kabupaten Sambas.

Lebih lanjut H. Asnan menyampaikan dengan kondisi semacam itu, diperlukan wadah untuk memberikan sasaran dan motivasi penyelenggara Madrasah Diniyah agar bisa bertahan lama. Salah satu sarana tersebut adalah dengan diadakannya PORSADIN pertama ini. Adapun bentuk kegiatannya berupa Tahfidz, Fahmil, Pidato Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, Kaligrafi, Kasidah, Nasyid / Marawis, Atletik, Tartil, Volly, Badminton dan Tilawah Quran

Kegiatan yang dilangsungkan selama satu hari Sabtu, 03 September 2016 di SDN 28 Sambas diikuti tujuh madin, yaitu : Madin Mutiara Indah, Madin Ulumuddin, Madin Al-At Qiya, Madin Al-Ikhlas, Madin Hidayatush Sibyan, Madin Baitul Redho dan Madin Babbusalam. Sebenarnya ada 18 Madin yang mempunyai nomor statistik dan izin operasional, yang yang dapat berpartisipasi pada kegiatan ini tujuh Madin, tambah H. Asnan yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN 28 Sambas. rdn.