MAN Insan Cendekia Sambas, Kampus prestasi, mandiri, dan islami. Semboyan tersebut selangkah demi selangkah mulai terwujud. Hal ini terbukti dari beragam prestasi yang diraih madrasah ini walaupun usianya belum genap satu semester. Prestasi tersebut diantaranya adalah musikalisasi puisi, pemilihan putra putri borneo, dan yang teranyar adalah juara pertama Olimpiade Pecinta Quran bidang Tahfidzul Quran tingkat provinsi Kalimantan Barat dan peringkat lima tingkat nasional yang diselenggarakan pada tanggal 8 11 Nopember 2016 yang lalu di Bekasi.

Prestasi-prestasi tersebut tidak lepas dari upaya semua pihak untuk mewujudkan pembelajaran berkualitas di MAN Insan Cendekia Sambas. Di MAN Insan Cendekia Sambas, siswa belajar dengan kurikulum 2013 sejak pukul 07.00 15.20 dari Senin hingga Jumat. Pada hari Sabtunya, siswa akan melakukan ekspresi seni dan oleh raga sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing.

Pada malam harinya selepas Shalat Isya, dilakukan kajian tematik dengan kitab-kitab salaf (kitab kuning) mencakup materi aqidah, fiqih, muamalah dan penguatan bahasa. Sementara, untuk meraih target minimal siswa hafal 3 juz selepas menempuh pendidikan di MAN Insan Cendekia Sambas, setiap bada Shalat Subuh dilakukan pembelajaran tahsin dan Tahfidzul Quran.

Selain kajian tematik tersebut, di asrama juga difasilitasi bimbingan Klub Bidang Setudi (KBS) untuk mata pelajaran matematika, kimia, fisika, biologi, geografi, ekonomi, kebumian, antropologi, teknologi informasi, dan American Corner. Klub bidang studi mewadahi siswa berbakat dibidangnya masing-masing. Sementara untuk siswa yang mengalami kesulitan belajar, di asrama disediakan layanan Klinik Pembelajaran.

Jadi, Klub Bidang Studi merupakan bimbingan yang diperuntukkan bagi siswa berbakat, sementara klinik pembelajaran merupakan layanan bimbingan bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar agar sama-sama mampu menguasai pembelajaran dengan baik Ujar Sutardi selaku wakil kepala bidang akademik MAN Insan Cendekia Sambas.

Tidak hanya prestasi siswa yang mampu ditorehkan oleh MAN Insan Cendekia Sambas. Guru-gurunyapun menunjukkan prestasi yang luar biasa, salah satu yang paling terbaru adalah peringkat kedua kreatifitas pembelajaran tingkat provinsi Kalimanatan Barat dalam rangka peringatan Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2016, yang diselenggarakan di Sanggau pada tanggal 24-27 Nopember 2016.

Adalah Sutardi, S.Si., M.Sc guru kimia MAN Insan Cendekia Sambas, setelah melalui penilaian rencana dan pelaksanaan pembelajaran, penialaian naskah best practices, presentasi dan wawancara di depan para dewan juri dinyatakan menjadi peringkat kedua dari 14 utusan Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Barat ketika membuka acara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2016 mendorong guru untuk terus meningkatkan profesionalitasnya. Guru saat ini dituntut kreatif dan inovatif, menguasai bidang ilmunya, mempunyai kemampuan menulis, dan menguasai teknologi informasi. Guru mulia karena karya, dan guru bermutu karena ilmu.