Kemenag@KalbarPada Selasa pagi 14/4/2020, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Drs. H. Ridwansyah, M.Si didampingi oleh Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf menggelar Rapat Koordinasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyelenggaraan Pelayanan Zakat dimasa Pandemi Covid-19.

Ridwansyah menyatakan bahwa Rapat Koordinasi ini menjadi penting karena kondisi saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, oleh karena itu perlu adanya kesamaan persepsi terhadap layanan pengumpulan dan penyaluran Zakat Infaq dan Shadaqah (ZIS) khususnya di Wilayah Kalimantan Barat.

“Dimasa darurat covid-19 perlu kita tetapkan bersama Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyelenggaraan Pelayanan Zakat, Infaq dan Shadaqah sebagai upaya untuk mencegah dan  mengurangi penyebaran Covid-19 demi keamanan dan keselamatan bersama” jelas Ridwansyah.

Lebih lanjut Ridwansyah menjelaskan bahwa rapat tersebut juga ditetapkan pula nilai zakat fitrah dengan tujuan memberikan petunjuk atau edaran kepada masyarakat muslim tentang nilai zakat fitrah yang wajib dikeluarkan dalam bentuk beras yang sudah dikonversi dengan rupiah (uang tunai) dalam 4 klasifikasi sesuai dengan kemampuan masyarakat.

Sebagai acuan dalam menetapkan nilai zakat fitrah, sebelumnya telah dibentuk tim survey pasar untuk mengetahui harga riil di pasar-pasar tradisional maupun modern selain daftar harga resmi yang dikeluarkan oleh Bulog Kalbar. Pasar tradisional dimaksud seperti Pasar Flamboyan, Kemuning, Dahlia, dan Teratai serta Hypermart sebagai pasar modern di Kota Pontianak.

Turut hadir dalam rapat tersebut perwakilan dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Kalimantan Barat, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat, Perum Bulog Divre Kalbar, IAIN Pontianak dan jajaran Eselon IV serta staf pelaksana pada Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Prov. Kalbar. (Ir)