Tak terasa tahun berganti, bulan-demi bulan terlewati, minggu demi minggu terlampaui, hari demi hari silih berganti, jam demi jam pergi disertai menit dan detik yang terus berputar tiada henti. Suka cita tentunya menyelimuti seluruh umat Islam di dunia karena tahun baru 1 Muharram 1443 sudah diambang mata. Tentunya ramai pula yang berkata “tidak terasa” sekarang sudah akan pergantian tahun baru lagi. Itu menandakan bahwa waktu berputar begitu cepat tanpa satu orang pun yang bisa menghentikannya. Kita hanya bisa menjalaninya sebaik mungkin agar tak berlalu sia-sia. Waktu yang kita lalui pada hakikatnya adalah sama. Yang membedakan hanyalah amal yang kita lakukan untuk mengisi  waktu-waktu tersebut

Betapa bahagianya orang yang memahami esensi waktu sehingga ia memanfaatkan waktunya secara efektif dan efisien sesuai dengan orientasi hidupnya dan dipenuhi dengan amal-amal kebaikan yang diridhoi oleh Allah SWT. Ada satu hal yang perlu direnungkan, mengapa tahun-tahun yang terlewati, tidak membawa kemajuan yang berarti bagi kita? Boleh jadi, ini terjadi karena kita melalui tahun-tahun “Bagai air yang mengalir”, tanpa perencanaan dan program yang jelas dan terukur sehingga akhirnya hari, minggu, bulan dan tahun, datang dan pergi silih berganti seolah kering tanpa makna.

Seperti itulah karakter waktu. Saat ia ada, jarang disadari dan disyukuri keberadaannya. Namun saat tiada, ia disesali kepergiannya. Sayangnya, sebagian manusia kurang menyadari keutamaan waktu. Tanpa disadari, akhirnya terjerumus dalam lembah kerugian seperti disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Ashr: 1-3:

Demi Masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian. Melainkan orang yang beriman dan beramal sholeh; dan saling menasehati dengan kebenaran dan saling menasehati dengan kesabaran”.

Ketika menyongsong datangnya tahun baru, renungkanlah  apa yang kiranya akan kita tinggalkan di tahun yang lalu? Dan apa pula yang akan kita rencanakan di tahun yang akan datang?

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Yunus: 5-6 sebagai berikut:

“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan yang bercahaya. Dan ditetapkanNya tempat-tempat bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Allah SWT tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda kebesaranNya kepada orang-orang yang mengetahui. Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, terdapat tanda-tanda kekuasaanNya bagi orang-orang yang bertaqwa”.

Maka berbahagialah orang yang sanggup memanfaatkan kesempatan yang ia miliki dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan terus menjauhkan diri dari kemaksiatan. Berbahagialah setiap hamba yang menyadari bahwa setiap kejadian seiring berlalunya waktu, membuat ia menjadi lebih baik dari sebelumnya. Maka hendaknya setiap kita bernuhasabah diri. Perhatikan apa yang telah kita tinggalkan di tahun yang lalu. Apabila kita telah meninggalkan dan menyia-nyiakan beberapa kewajiban terhadap Allah SWT, maka segeralah bertobat dan berusaha mengejar dan mendapatkan yang tersia-siakan tadi. Apabila ternyata kita telah menzholimi diri sendiri dengan berbagai maksiat dan perbuatan haram, segeralah meninggalkannya sebelum malaikat maut datang menjemput.

Dan apabila kita termasuk orang yang Allah SWT anugerahkan  keistiqomahan di jalanNya, maka perbanyaklah memuji Allah SWT atas karunia Nya. Tahun yang berlalu tidak sekedar sebagai kenangan. Tahun yang akan tiba bukan untuk disambut dengan berbagai perayaan. Namun, berlalunya tahun lama, mengingatkan kita akan apa yang telah kita tinggalkan. sedangkan tahun baru, hendaklah kita sambut dengan iman, taubat dan istighfar serta istiqomah di jalanNya.

Renungkanlah sabda Rosulullah SAW berikut Ini:

“Mengaislah kebaikan pada lima keadaan sebelum datangnya lima keadaan: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu serbelum masa miskinmu, masa sempatmu sebelum masa sempitmu, dam masa hidupmu sebelum masa matimu” (HR. Hakim)

Oleh karenanya, manfaatkanlah tiap detik usia kita untuk mengukir prestasi kebaikan di mata sang Pencipta, agar tiada penyesalan dan air mata disaat menghadap-Nya. Prestasi dunia bukan tujuan satu-satunya yang harus kita banggakan dihadapan sesama. Karena pada hakikatnya dunia adalah tempat persinggahan yang fana, yaitu tempat di mana manusia menanam segala dan diakhirat tempat menuainya. Semoga kita menjadi manusia yang selalu memanfaatkan hidup ini dengan sebaik-baiknya (Hns/skw)