Kemenag@Kalbar. Memasuki Semester kedua ditahun anggaran 2020, Kementerian Agama dituntut untuk menyelesaikan Rencana Setrategis (Renstra) Kemenag Tahun 2020 – 2024. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kakanwil Kemenag Kalbar Drs. H. Ridwansyah, M.Si, pada Rapat Koordinasi Pimpinan melalui aplikasi Zoom, Selasa pagi, 14/7/2020.

Ridwansyah menuturkan bahwa Kanwil Kemenag Kalbar sudah menyesuaikan program kegiatan ditahun ini dengan Rencana Strategis (Renstra) Kemenag Tahun 2020 – 2024, yang merupakan tindak lanjut dari Renstra  Kemenag Pusat.

“Dalam Renstra tersebut termaktum 8 (delapan) tujuan Kementerian Agama, yaitu 1. Peningkatan kualitas kesalehan umat beragama, 2. Penguatan Moderasi dan kerukunan umat beragama, 3. Penyediaan layanan keagamaan yang adil dan merata untuk seluruh umat beragama dan ke-4. Peningkatan pemberdayaan kelembagaan dan sumber daya ekonomi umat dan keagamaan” katanya

Lebih lanjut Ridwansyah menegaskan bahwa empat poin berikutnya yang termaktum dalan renstara tersebut adalah Perluasan akses  pendidikan umum berciri khas agama, pendidikan agama dan keagamaan yang merata, Peningkatan kualitas pengelolaan dan mutu  pendidikan umum berciri khas agama, pendidikan agama dan keagamaan,  Penguatan produktivitas dan daya saing pendidikan dan Peningkatan kualitas tatakelola Kementerian Agama yang efektif dan akuntabel.

Hal-hal lain yang dipandang krusial dan aktual yang dibahas melalui Rapat Virtual tersebut adalah informasi terkait pembatalan pemberangkatan Jamaah Haji Indonesia termasuklah Jamaah Calon Haji Kalimantan Barat.

"Keputusan pembatalan pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 1441 Hijriah dituangkan melalui Keputusan Menteri Agama RI Nomor 494 Tahun 2020, oleh karena itu hal ini harus tersosialisasikan kepada masyarakat khususnya diKalimantan Barat” jelas Ridwansyah.

Pada kesempatan tersebut masing-masing Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kota se-Kalimantan Barat diberikan kesempatan untuk menyampaikan capaian realisasi anggaran tahun 2020 semester pertama dan progres kegiatan menuju New Normal Covid-19. (Ir).