Kemenag@Kalbar. Terdapat 3 (tiga) tantangan Kementerian Agama, khususnya pada Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) pada era digital seperti saat ini yaitu 1. Penguatan Moderasi Beragama masyarakat Indonesia, 2. Penguatan Ekonomi Syariah dan ke-3. Mensinergikan program kegiatan Penyuluh Agama dalam mensosialisasikan Program Kerja Kementerian Agama dengan kaum milenial.

Tigal hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Drs. H. Ridwansyah, M.Si, pada Rapat Pimpinan melalui aplikasi Zoom meeting yang diikuti oleh Kepala Satuan Kerja Kemenag kabupaten dan Kota se-Kalimantan Barat, Selasa pagi, 14/7/2020.

Demikian pula pada Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan. Dimasa Pandemi Covid-19 Ridwansyah menegaskan bahwa substansi tujuan penyelenggaraan pendidikan  adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Selain itu tujuan pendidikan adalah untuk mewujudkan insan yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003” jelas Ridwansyah.

Ridwansyah menambahkan bahwa untuk mensukseskan tujuan pendidikan tersebut maka perlu beberapa komponen yang harus bersenergi yaitu:

Pertama, Sebagai Orang Tua bagian dari masyarakat yang berkepentingan di dunia pendidikan, harus bertanggung jawab untuk mendidik anaknya,

Kedua, Sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan tentu harus tetap berusaha memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal terhadap siswanya dalam kondisi apapun.

Ketiga, Guru sebagai bagian dari sekolah yang berperan penting dan secara langsung melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan siswa dan;

keempat, Peran Pemerintah dalam dunia pendidikan didasarkan pada Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. (Ir).