Mempawah. Robo Robo bukan sekadar budaya masyarakat Kalimantan Barat. Tapi Robo Robo juga mengandung esensi warisan sejarah dari leluhur masa lampau.

Semua berawal dari histori ketika Opu Daeng Manambon dan Putri Kesumba datang ke Mempawah tahun 1148 Hijriah atau 1737 M untuk menerima tampuk pewaris Kerajaan Bengkule Rajangk. Opu Daeng Manambon dan Putri Kesumba berlayar bersama 40 rombongan perahu dari Ketapang ke Kuala Mempawah.

Ketika Opu Daeng Manambon tiba di Kuala Mempawah, seluruh masyarakat menyambut gembira. Bahkan sampai dipasang kain warna warni di setiap rumah penduduk dan ada yang mengiringi rombongan Opu Daeng Manambon dengan sampan hingga ke pinggiran sungai sepintas cerita tentang robo -robo ungkap Rabawi, S.Ag selaku kepala MIN 2 Mempawah.

Rabawi menuturkan “robo-robo kali ini, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya karena yang biasanya kami MiN 2 Mempawah membaca do’a dan surah Yasin bersama seluruh siswa-siswi yang ada di madrasah. Tetapi tidak untuk tahun ini, tahun ini acara baca doa yang kami lakukan di sekolah hanya bersama anak kelas 5 dan kelas 6 saja”.

Kegiatan ini, dilaksanakan Rabu terakhir di bulan Safar, selain ritual baca doa dan makan-makan bersama siswa siswi. "Harapan kami semua semoga covid-19 ini segera berakhir dan event robo-robo bisa dilaksanakan seperti dulu kala. Karena event robo-robo ini, tidak hanya sebagai tradisi masyarakat yang ada di Kalimantan Barat khususnya Mempawah, tapi juga bisa meningkatkan perekonomian daerah” ungkap pak Rabawi. (Humas)