MELAWI - Selama ini nama atau istilah 8 (Delapan) Asnaf  lebih kita kenal untuk nama atau istilah golongan yang berhak menerima Zakat. Namun ditangan Ust. Mili Juniawan seorang Penyuluh Agama Islam Non Pgawai Negeri Sipil (Non PNS) bidang zakat dan wakaf KUA Kec. Tanah Pinoh Kab. Melawi, nama 8 Asnaf dijadikan nama sebuah komunitas atau paguyuban yang menjadi kelompok binaannya.

Ditemui di KUA Kec. Tanah Pinoh, Ust. Mili menceritakan penamaan “Rumah 8 Asnaf”  untuk nama paguyuban atau komunitas yang menjadi kelompok binaanya memang terinspirasi dari istilah 8 Asnaf golongan yang berhak menerima zakat yang terdapat didalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60. Karena selaku penyuluh dibidang zakat dan wakaf, memang niat dan tujuannya membentuk paguyuban tersebut adalah untuk memberikan pembinaan kepada mereka yang tergolong kedalam 8 Asnaf, salah satu diantaranya adalah muallaf.

Lebih lanjut dia menjelaskan awalnya memang saya hanya ingin membuat yayasan pembinaan muallaf karena saya prihatin melihat kondisi para muallaf yang ada di Kec.Tanah Pinoh yang agak sedikit kurang mendapat perhatian. Sehingga tidak jarang kita temui di Kec.Tanah Pinoh ini ada saudara kita yang sudah muallaf kembali keagama lama mereka. Namun setelah saya berdiskusi dan minta pendapat dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, teman-teman penyuluh dan Kepala KUA Tanah Pinoh. Akhirnya atas pertimbangan agar sesuai dengan bidang spesialisasi saya sebagai Penyuluh bidang Zakat dan Wakaf dan atas agar jangkauan paguyuban dan komunitas yang menjadi binaan saya ini bisa lebih luas, tidak hanya mereka yang muallaf, maka diambillah nama “Rumah Delapan Asnaf”.

Selanjutnya, Ust. Mili Juniawan menerangkan Rumah Delapan Asnaf diresmikan pada tanggal 26 Agustus 2020 oleh Kepala KUA Kec. Tanah Pinoh bapak Hariyanto, S,Sos.I. Sementara ini saya dan teman-teman Ustadz lainnya memang baru membina para muallaf dan baru 2 bulan ini kami memulai kegiatan pembinaan jadwalnya setiap hari Jum’at dari jam 08.30 sampai dengan 10.30 WIB.

“Saat ini sudah sudah ada 108 orang muallaf yang terdaftar dan kami bina dalam Rumah Delapan Asnaf ini, kedepan kami berencana juga akan membina asnaf-asnaf lainnya” tambah Ust.Mili.

Kepala Seksi Haji dan Bimas Islam, H.Muhamad Desi Asika, S.Sos.I mengapresiasi ide inovatif dan kratif yang telah dibuat Penyuluh Agama Islam Non PNS Kec. Tanah Pinoh ini. Beliau berkeinginan program dan ide inovatif dan kreatif ini bisa dikembangkan dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait lainnya, misalnya ke BAZNAS Melawi.

“Siapa tau bisa dikembangkan menjadi Kampung Zakat, soalnya Kampung Zakat merupakan salah satu program unggulan dari Kasubdit Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama dan BAZNAS Pusat”, ujar H.Desi

Selanjutnya, H.Desi berharap program, ide inovatif dan kreatif seperti ini dapat ditiru dan dikembangkan oleh Penyuluh-penyuluh di kecamatan lain. Sehingga akhirnya para penyuluh bisa saling berlomba untuk memunculkan ide dan program kepenyuluhan yang baru dan bermanfaat buat masyarakat yang ada diwilayahnya masing-masing.